Yamaha

Petani Jabar Diingatkan Ancaman Hama Musim Kemarau

  Rabu, 12 Agustus 2020   Republika.co.id
ilustrasi petani membajak tanah di sawah. (Ayopurwakarta.com/Arditya Pramono)

BOGOR, AYOPURWAKARTA.COM -- Para petani di wilayah Jawa Barat diingatkan tentang ancaman hama pada musim kemarau ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor, potensi hama cenderung lebih banyak dibandingkan pada musim hujan.

"Biasanya kalau saat sekarang hama tanaman lebih banyak dari biasanya untuk pertanian," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, diperlukan langkah-langkah atau tindakan untuk menekan perkembangan hama tanaman di musim kemarau. "Perlu langkah-langkah untuk menekan perkembangan hama tanaman," katanya.

Hadi menambahkan, intensitas hujan di musim kemarau masih akan terjadi. Menurutnya, musim kemarau tahun 2020 lebih normal dibandingkan kemarau yang terjadi pada 2019 berada di bawah normal.

"Kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Untuk kemarau, tahun ini sifatnya normal dibandingkan kemarau tahun 2019 yang di bawah normal," katanya.

Berdasarkan pantauan, beberapa hari terakhir, hujan kerap terjadi dengan intensitas yang cukup lebat. Namun, berlangsung cepat di beberapa wilayah di Bandung Raya.

Terkait hama, Kementerian Pertanian (Kementan) merespons cepat dengan melakukan langkah-langkah pengendalian. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan di tingkat lapang.

"Hal ini harus cepat dilakukan guna membantu petani yang terdampak serangan tersebut. Sesuai arahan Menteri Pertanian dalam menjaga dan meningkatkan produksi pangan, permasalahan di lapangan harus cepat diselesaikan. Masalah pangan adalah tugas negara," tegas Suwandi di Jakarta, Kamis (6/8).

Kepala Subdirektorat Pengendalian OPT Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Abriani Fensionita meminta kepada seluruh rekan-rekan POPT, Penyuluh dan petugas lapangan lainnya untuk aktif melakukan pengamatan OPT secara rutin bersama-sama dengan petani. Jika ditemukan serangan hama agar segera laporkan sehingga hal tersebut cepat tertangani dan tidak terjadi ledakan serangan hama.

“POPT, PPL, dan petugas lapangan lainnya harus bersama-sama mendampingi petani agar petani bisa panen tanpa gangguan hama dan produksi pangan kita tercapai” tutur Abriani.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar