Yamaha

Distribusi Vaksin Covid-19 di Indonesia Dibagi 2 Cara

  Jumat, 11 September 2020   Nur Khansa Ranawati
Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bila vaksin Covid-19 telah resmi ditemukan dan diproduksi massal, akan ada dua skema distribusi vaksin bagi masyakarat Indonesia. Hal tersebut meliputi vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.

"Ada dua tipe vaksin, yang pertama adalah vaksin bantuan pemerintah untuk vaksinasi massal di bawah TNI/Polri, kerjasama dengan Menteri Kesehatan, PMI, dan Menteri Pendidikan," ungkapnya ketika menjadi pembicara di gelaran puncak Dies Natalis Unpad ke-63, Jumat (11/9/2020).

Ia mengatakan, nantinya akan dikerahkan 40 ribu calon perawat dan calon dokter dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu memberikan vaksinasi pada masyarakat. Sehingga, total dapat dikerahkan 1,5 juta dokter, perawat dan bidan yang akan membantu imunisasi massal.

"Vaksin yang bantuan pemerintah dananya dari APBN. Data diperoleh lewat BPJS Kesehatan sesuai dengan data PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk warga yang membutuhkan," ungkapnya.

Sementara skema kedua, ia mengatakan, adalah vaksinasi mandiri. Kelompok warga yang sanggup membayar vaksin sendiri diharapkan tidak bergantung pada dana yang telah dialokasikan oleh pemerintah.

"Kita sangat harapkan masyarakat yang punya uang bisa bantu keuangan negara, vaksinnya jadi tidak gratis. Kita ketuk hatinya. Jangan yang gratis kalau bisa bantu pemerintah," ungkapnya.

"Vaksin mandiri bagus untuk mengurangi beban pemerintah karena pemasukan negara yang berkurang," ungkapnya.

Erick mengatakan, bila hasil kerjasama uji klinis tahap III dengan Sinovac telah berhasil, Indonesia telah memilih jatah 20 juta dosis vaksin yang sarana pembuatannya selesai akhir tahun ini dan 250 juta dosis yang dapat disiapkan di tahun depan.

"Kita juga sedang menjajaki kerjasama (vaksin Covid-19) antara UAE dengan Kimia Farma, sudah ada komitmen 10 juta dosis. Di kuarter satu diharapkan ada 50 juta dosis," ungkapnya.

Sehingga, ia mengatakan, bila keduanya berjalan mulus, hingga akhir tahun 2020 Indonesia telah mengamankan jatah 30 juta dosis vaksin dan 300 juta dosis di tahun depan.

"Dari total yang kita dapatkan ini bukan berarti sudah secure untuk semua rakyat, karena masing-masing individu perlu 2 suntikan. Ini baru untuk 170 juta rakyat Indonesia," ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar