Yamaha

Ada Timbulan Sampah, Konsep TPS3R Dihadirkan

  Rabu, 16 September 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi (Muhammad Dzikri/Ayo bandung)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Acep Yuli Mulya mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep TPS3R terkait persoalan timbulan di wilayah perkotaan

TPS3R merupakan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi – menggunakan – daur ulang) lalu pendekatan pengelolaan 3R mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.

Saat ini, pembangunan beberapa fasilitas pengelolaan sampah yang berasal dari bantuan Kementrian PUPR dan KLHK itu sedang berjalan.


"Untuk TPS3R ini, kita siapkan di Kelurahan Nagri Tengah, Nagri Kidul dan Kelurahan Sindangkasih," kata Acep pada Rabu (16/9/2020)

Dengan konsep ini, diharapkan persoalan timbulan sampah di wilayah perkotaan dapat dikelola bersama masyarakat.

Hal itu, sesuai Perbup tentang Jakstrada yang mengamanatkan bahwa 70 % sampah harus dikelola dan itu ditargetkan sampai tahun 2025,” jelas dia

Adapun dalam pembangunan TPS3R ini, Kementerian PUPR memberikan bantuan pembangunan tempat dan alat, serta pemberdayaan masyarakat.

Tujuannya, agar 70% sampah yang ada di sekitar bisa terkelola dan termanfaatkan. Sisanya, atau 30% sampah residu baru dibuang ke TPA Cikolotok.

Untuk diketahui, teknologi TPS3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien.

Adapun hasil pengolahan sampah organik berupa kompos ini, bisa digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual.

Acep menambahkan, khusus untuk penanganan sampah di luar wilayah perkotaan pihaknya pun telah merumuskan konsep lain.

Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI untuk membangun beberapa TPS terpadu.

"Untuk TPST ini rencananya akan dilengkapi fasilitas berteknologi refuse-derived fuel (RDF)," tambah dia.

Adapun RDF sendiri, merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil.

Dari sampah yang dikelola dengan teknologi ini, menghasilkan energy terbarukan sebagai pengganti bahan bakar batu bara.

"Salah satu lokasi TPST ini, rencananya di bangun di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru. Jadi nantinya, untuk masalah sampah di Kecamatan Tegalwaru, Sukatani, Plered, Darangdan, Bojong dan Maniis tak lagi harus jauh-jauh dibuang ke Cikolotok. TPST ini dilengkapi fasilitas RDF bantuan dari Indonesia Power dengan kapasitas 30 ton," ujar Acep.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar