Yamaha

Melapisi Masker dengan Tisu, Begini Menutur Pakar

  Jumat, 18 September 2020   Republika.co.id
ilustrasi masker kain. (YouTube/Maker's Habitat)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemakaian masker kain tiga lapis direkomendasikan oleh para pakar kesehatan untuk memberikan perlindungan terhadap penularan Covid-19. Namun jenis kain dan cara menggunakannya yang tepat sangat dianjurkan agar fungsi masker kain jadi optimal.

Namun, perlukah melapisi masker kain dengan tisu? Pasalnya, sebagian masyarakat awam melapisi masker kain dan masker non medisnya dengan tisu.

"Menurut studi ilmiah tidak perlu (pakai tisu). Dengan kita menutup (pakai masker) dan mengurangi droplet yang keluar, harusnya penularan akan ditekan atau berkurang sampai 85 persen. Sudah banyak data ilmiahnya, bahkan penelitian bilang 90 persen. Sepenting itu memakai masker, asal memakainya benar dan masker yang dipilih benar," ujar Praktisi klinik sekaligus relawan COVID-19, dr Muhamad Fajri Adda'i, Jumat (18/9/2020).

Dari sisi bahan, katun cult direkomendasikan karena memiliki kerapatan 180 benang per inci. Bahan ini mampu menyaring partikel-partikel halus.

"Bahan yang bagus katun. Kalau katun bagus katun cult, yaitu katun dengan kerapatan 180 benang per inci. Dilihat saja katunnya agak tebal. Selain itu, boleh masker sutra karena ada kemampuan untuk mencegah masuknya partikel-partikel halus. Katun dengan sifon juga bagus," kata Fajri.

Hal ini sesuai dengan temuan studi dalam jurnal ACS Nano belum lama ini. Studi menunjukkan, bahan katun yang paling banyak digunakan untuk masker memiliki performa lebih baik pada kerapatan benang dan dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam efisiensi penyaringan.

Dari sisi efisiensi filtrasi atau kemampuan menyaring partikel, masker hibrida (seperti katun-sutra, kapas-sifon, kapas-flanel) yakni lebih dari 80 persen (untuk partikel <300> 300 nm). Namun, perhatikan pemasangan masker yang tak tepat sehingga menimbulkan celah. Kondisi ini bisa menurunkan efisiensi penyaringan lebih dari 60 persen.

"Memakainya harus dari hidung sampai dagu. Kalau miring-miring, ya percuma," tutur Fajri.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar