Yamaha

Tugu Peluru Purwakarta, Saksi Bisu Pejuang Kemerdekaan

  Selasa, 29 September 2020   Dede Nurhasanudin
Tugu Peluru Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede)

BOJONG, AYOPURWAKARTA.COM -- Terdapat bangunan menyerupai peluru di Kampung Sukajaga Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan tugu peluru karena bentuknya menyerupai amunisi senjata.

Pada tugu itu tertera tulisan tugu prasasti korban keganasan Belanda Tahun 1948 yang dilengkapi tujuh nama para pejuang.

Kepala Desa Cihanjawar E.Nurhayat menjelaskan, ke tujuh nama yang tertera pada tugu peluru merupakan tokoh masyarakat pada waktu itu diculik kemudian ditembak tentara Belanda tepat tugu peluru tegak berdiri.

Tujuh tokoh masyarakat itu adalah  Enos Sanosi, Jamhur, Jakaria, Oji, Adung, Oha dan Arja. "Mereka merupakan pejuang," ujar dia, Selasa (29/8/2020).

Ia menyebut tugu peluru itu dibangun sebagai rasa hormat terhadap tujuh para pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tugu peluru itu juga dibangun sebagai saksi bisu jika dulu pernah terjadi peristiwa yang harus dikenang hingga saat ini.

"Tugu peluru itu intinya memiliki nilai sejarah," kata pria akrab disapa Babab itu.

Ia memperkirakaan tugu peluru pertama dibangun pada masa pejabat sementara Kepala Desa Cihanjawar bernama Ruslan sekitar 1980, sebelum terjadi pemekaran dengan Desa Pasanggrahan sekitar 1987. Kepala Desa pertama Cihanjawar sendiri adalah Jahri Priatna.

"Setelah pembangunan pertama hingga saat ini tugu peluru itu tetap dijaga dengan baik," kata dia.

Tugu peluru itu sendiri telah mendapat renovasi dari mahasiswa asal Jakarta yang tengah praktik lapangan di Desa Cihanjawar pada 2018.

"Yah kami sangat mengapresiasi, mahasiswa itu telah menunjukan rasa hormat kepada para pejuang," ucap Babab.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar