Yamaha

2 Ekspor Unggulan Purwakarta Sempat Terganggu Corona

  Rabu, 07 Oktober 2020   Dede Nurhasanudin
Perajin kramik Plered di tengah proses produksi keramik. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Sejak virus corona mewabah, sejumlah sektor perekonomian masyarakat mengalami kelesuan. Dua di antaranya pada produk ekspor unggulan di Kabupaten Purwakarta, yakni kramik Plered dan buah manggis.

Kabid UKM Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Peridustrian Ahmad Nizar mengatakan, pandemi membawa dampak buruk pada hampir semua sektor. Pil pahit ini diakuinya juga ditelan para pelaku eksportir.

Ekspor kramik asal Plered dan buah manggis bahkan rata-rata mengalami penurunan permintaan diperkirakan mencapai 50%. Padahal sebelumnya, ekspor manggis maupun kramik cukup tinggi.

"Memang, pasar luar negeri sedang mengalami kelesuan akibat corona. Tapi ada berkah tersendiri, karena pasar dalam negeri justru mengalami geliat. Jadi, kramik saat ini justru diminati masyarakat dalam negeri. Kalau manggis, pada Oktober ini belum memasuki masa panen raya,” ujar dia, Rabu (7/10/2020)

Sejauh ini potensi ekspor kramik asal Plered cukup menjanjikan, per tahunnya bisa mencapai 400 sampai 1.000 kontainer. Omzetnya pun cukup besar yakni mencapai Rp1-3 miliar per kontainer.

Adapun negara-negara tujuan ekspor kramik yakni Eropa, AS, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Sementara ekspor manggis negara tujuannya yakni Cina, Jepang serta negara-negara di Asia Tenggara.

"Khusus untuk manggis, tidak ada batas tertentu. Berapa pun hasil budidaya petani ini, pasti akan terserap oleh pasar ekspor. Terutama, pasar di negara tirai bambu itu," kata Ahmad Nizar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar