Yamaha

11 Peserta OPOP di Purwakarta Lolos Tahap Kedua

  Kamis, 15 Oktober 2020   Dede Nurhasanudin
Para peserta OPOP saat mengikuti penguatan sebelum mengikuti tahap kedua. (Ayopurwakarta.com/Dede)

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM -- Sebanyak 11 dari 16 peserta mengikuti Program pemberdayaan pesantren One Pesantren One Product (OPOP) 2020 di Kabupaten Purwakarta segera masuk ke tahap dua.

Tenaga Pendamping OPOP Kabupaten Purwakarta Dedeh Nurhayati mengatakan, ke-11 peserta ini merupakan juara tingkat kecamatan yang sebelumnya bersaing pada tahap satu, dan berhak atas stimulus, pelatihan dan magang.

Untuk usaha start up (baru memulai) stimulusnya sebesar Rp25 juta sedangkan kategori scale up (pengembangan) Rp35 juta.

"Jadi kegiatan ini adalah pembekalan berbagai materi penguatan kapasitas usaha OPOP sebelum kemudian mengikuti seleksi pada tahap dua," ujar dia disela kegiatan Penguatan Kapasitas Usaha Pondok Pesantren OPOP Kabupaten Purwakarta yang digelar di Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Kamis (15/10/2020).

Adapun materi yang disampaikan adalah pentingnya pesantren memiliki badan usaha dalam bentuk koperasi atau yayasan. 

Sehingga pihaknya sengaja melibatkan pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian setempat untuk memberikan materi soal koperasi.

Selain itu, lanjut dia para peserta juga diberikan sejumlah materi lain untuk memenuhi berbagai persyaratan agar bisa lolos di tahap dua.

"Di antaranya seperti membuat video presentasi hingga tips mengembangkan usahanya. Karena dengan stimulus yang diberikan sebagai reward pada saat lolos tahap satu, maka para peserta harus bisa mengembangkan usahanya," kata Dedeh.

Ia menjelaskan, jika lolos tahap dua maka akan kembali diberikan stimulus sebesar Rp75 juta untuk start up.

Sedangkan untuk kategori scale up sebesar Rp200 juta untuk juara pertama, Rp150 juta juara kedua, dan Rp100 juta untuk juara ketiga.

"Para juara ini adalah juara kabupaten dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya di tingkat provinsi dengan hadiah utama Rp400 juta," ucap dia.

Sementara Kasi Kelembagaan Koperasi pada Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Didin Suparman menyarankan agar setiap pesantren memiliki dan mengelola koperasi  agar bisa menaungi produk-produk OPOP itu sendiri.
 
"Setiap pesantren sebaiknya memiliki legal aspek berbentuk koperasi karena bisa menanungi produk-produk OPOP. Koperasi ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pesantren. Sehingga, tidak hanya pesantren saja yang sejahtera tapi juga masyarakat sekitar hingga bermuara pada kesejahteraan nasional," ujar Didin.

Diketahui, OPOP dipelopori Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan pada tahun kedua ini peserta yang mendaftar se-Jawa Barat sebanyak 500 orang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar