Yamaha

Konsep Mencegah yang Membuat Vaksin Sulit Dibuat

  Jumat, 16 Oktober 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi. (Freepik)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa selama pandemi, terutama orang dewasa sebaiknya mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia atau PCV. Hal ini juga dibenarkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe.

Dirga menuturkan, pasien yang terkena Covid-19 namun sebelumnya pernah divaksinasi influenza, risiko kematiannya lebih rendah dan dampaknya ketika tertular lebih ringan. Hal itu dikatakannya berdasarkan dua penelitian besar yang tidak dikatakan secara rinci.

Perlu diketahui, kata Dirga, proses produksi vaksin sendiri bertahap dan melalui berbagai proses dan tahapan uji yang sangat ketat untuk menjamin keamanan vaksin tersebut.

“Bahkan saat sudah mendapat izin edar, keamanan vaksin terus diawasi oleh berbagai  lembaga. Di Indonesia ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas,” kata dia dalam konferensi persnya, Jumat (16/10/2020).

Dalam kasus luar biasa seperti pandemi Covid-19, Dirga mengatakan industri kesehatan mempercepat proses penemuan vaksin, namun dengan tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian dan keamanan.

“Membuat vaksin itu cukup  sulit, bahkan lebih sulit daripada membuat obat baru, karena konsepnya untuk pencegahan. Vaksin diberikan untuk orang yang sehat, jadi keamanan itu nomor satu.” Jelasnya.

Vaksin sendiri oleh WHO dikategorikan sebagai salah satu dari 10 Greatest Public Health Achievements.  Setelah ditemukannya vaksin, terjadi penurunan penyebaran penyakit secara signifikan.

Artinya vaksin efektif dapat menekan penyebaran penyakit tertentu. Salah satu kisah kesuksesan fenomenal penekanan penyakit melalui imunisasi adalah, pencegahan penularan penyakit Smallpox atau cacar.

Akibat imunisasi yang masif, penyakit tersebut musnah sejak 1979. WHO menyebutkan, setidaknya ada 2-3 juta nyawa terselamatkan dari penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi.

Menurut Dirga, vaksin sangat jarang menimbulkan efek samping. Data kesehatan menunjukkan, 95% efek samping vaksin bersifat ringan atau lokal, dan tidak menimbulkan fatalitas.

“Kadang-kadang vaksin juga menyebabkan demam tapi tidak perlu khawatir, karena demam adalah tanda bahwa vaksin tersebut bekerja menstimulasi sistem kekebalan,” ungkap Dirga.

“Vaksin terbukti aman dan efektif, juga sebenarnya merupakan proses lanjutan dari imunisasi di masa anak-anak,” tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar