Yamaha

5 Program Lipperpul Antarkan Perpustakaan Purwakarta Menjadi Percontohan di Indonesia

  Selasa, 27 Oktober 2020   Dede Nurhasanudin
ilustrasi perpustakaan. (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Bidang Layanan Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disipusda) Kabupaten Purwakarta terpilih sebagai salah satu dari 9 kabupaten di Indonesia menjadi percontohan dalam Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Kepala Disipusda Purwakarta, Mohamad Ramdhan mengatakan, terpilihnya Kabupaten Purwakarta menjadi percontohan  berawal dari lima program perpustakaan unggulan (Lipperpul) yang sudah berlangsung lama.

Yaitu gerakan untuk literasi mandiri (getuk lindri), maca rame-rame ngangge digital (maranggi), sumber informasi melalui pelayanan perpustakaan keliling (simping), pelayanan hari Minggu (pala manggu) dan ngabuka layanan sabtu jeung minggu (ngala manggu).

"Getuk lindri inilah yang menjadi cikal bakal berkembangnya potensi masyarakat, kegiatan layanan pembinaan dan bantuan untuk pendirian atau pembuatan sudut baca atau perpustakaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta, lembaga pendidikan, desa atau kelurahan, rumah ibadah, TBM, lapas, tempat pelayanan publik maupun komunitas," ujar dia, Selasa (27/10/2020).

Untuk itu, peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama, untuk mengembangkan potensi masyarakat.

Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Ia bercerita ide ini muncul berawal ketika berkeliling ke setiap desa untuk melakukan MOu Pojok Baca, ada seseorang yang membaca buku kemudian ia mengembangkan potensinya.

Mulai dari membuat produk herbal lalu dijual, kemudian mengelola limbah hasil dari membaca buku yang diikuti dengan membuat pojok baca di desanya.

"Nah yang terakhir itu membuat produk rajutannya setelah ia belajar dari membaca buku, lalu menjualnya melalui online," kata Ramdan.

Ia mengatakan, program inklusi sosial di Perpusda Purwakarta membuka kursus pelatihan merajut, berawal dari ide pengunjung perpustakaan yang sukses mengembangkan potensi rajutannya hingga laku di pasar online.

Selain pelatihan rajutan, ia menambahkan masih ada pelatihan-pelatihan lainnya yang ada di Perpusda Purwakarta seperti kelas menulis, kelas menyablon dan lainnya.

Sampai saat ini Perpustakaan sudah banyak yang berkunjung untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut.

Sementara untuk jadwal pelatihan merajut satu minggu dua kali, kelas menulis satu bulan dua kali.

"Kemudian kelas printing atau sablon juga sudah kita siapkan peralatannya," kata dia.

Ia mengatakan, Purwakarta menjadi satu-satunya kabupaten yang mewakili Jawa Barat sebagai kabupaten percontohan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yakni dampak yang sangat baik untuk perekonomian masyarakat.

"Sebetulnya di Jawa Barat yang terpilih ini ada 2 kabupaten, yaitu Purwakarta dan Pangandaran, setelah diseleksi lagi melihat dari dampak yang paling bagus yang bisa memulihkan perekonomian masyarakat yaitu Purwakarta," kata Ramdan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar