Yamaha

DPKPB Purwakarta Catat Kebencanaan 2020 Didominasi Kebakaran

  Kamis, 07 Januari 2021   Dede Nurhasanudin
ilustrasi kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta mencatat bencana alam yang terjadi sepanjang 2020 didominasi oleh kebakaran. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta mencatat bencana alam yang terjadi sepanjang 2020 didominasi kebakaran.

Kepala DPKPB Kabuten Purwakarta Wahyu wibisono mengatakan, kebakaran terjadi paling banyak di wilayah Kecamatan Purwakarta, karena jumlah penduduknya lebih padat dibanding kecamatan lain.

Penyebab dari kebakaran masih terbanyak karena kelalaian manusia atau human error. "Jadi, jelas ini tantangan kami dalam mitigasi bencana," ujar dia, Kamis (7/1/2021).

Dari peristiwa kebakaran tersebut tidak ada satupun warga atau pemilik rumah meninggal dunia, hanya ada dua orang mengalami luka berat, serta dua orang yang mengalami luka ringan, dengan total taksiran kerugian dari kasus kebakaran yang mencapai 55% sekitar Rp3 miliar.

AYO BACA : Apakah Masker yang Digunakan Sudah Efektif?

Kasus terbanyak kedua adalah bencana tanah longsor dengan persentase sebesar 33%.

Peristiwa ini terjadi di wilayah dataran tinggi seperti di Kecamatan Pondoksalam, Wanayasa, Kiarapedes, dan Kecamatan Bojong.

Akan tetapi ada juga terjadi di wilayah yang konturnya datar, seperti Kecamatan Purwakarta,  Cibatu, Campaka, Bungursari, dan Kecamatan Babakancikao.Wilayah lainnya terjadi angin puting beliung sebesar 12 persen.

"Alhamdulillah Purwakarta sampai sekarang tak ada banjir dan kekeringan. Kalau terjadi banjir itu hanya sesaat ketika hujan deras di daerah tertentu serta karena drainase yang tak lancar," kata Wibi.

AYO BACA : Penumpang Minibus Tewas di Tol Cipali Usai Tabrak Belakang Kendaraan Lain

Sementara kasus kekeringan bisa diatasi karena pihaknya membantu menyuplai 45 ribu air dan semuanya anggaran dari APBD dengan membeli airnya dari PDAM.

Peristiwa sepanjang 2020 menjadi pembelajaran kepada masyarakat. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sangat dibutuhkan dalam pengurangan risiko bencana (PRB).

"Harapnnya semoga Purwakarta tetap aman dan dijauhkan dari segala bencana," ucap dia.

Selain itu, ia menyebut sepanjang 2020 peristiwa kebencanaan cenderung menurun. Pada tahun kemarin pihaknya lebih fokus pada bencana nonalam, yakni Covid-19.

"Mungkin sama dengan daerah lain yaitu dinas kami menjadi sekretariat Covid-19. Wabah corona di Purwakarta pertama kali muncul pada 14 Maret 2020 dan sampai saat ini belum mereda.

AYO BACA : Golkar Jabar Usulkan Insentif untuk Warga Terpapar Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar