Yamaha

Soal Vaksin Covid-19, Masyarakat Bisa Akses Layanan Informasi Lewat BPOM

  Rabu, 13 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Kepala Badan POM Penny Lukito. (Dok: BPOM)
JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito, menegaskan bahwa masyarakat juga dapat berperan aktif dengan menjadi konsumen yang lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi terutama dari media sosial.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoaks),” ujar Penny dalam konferensi persnya, Jumat (8/1/2021).

Hal ini terkait banyaknya informasi yang salah atau hoaks tentang vaksin Covid-19, sejak pemerintah gencar mengkampanyekan vaksinasi Covid-19. Sebagai jalan keluar untuk menangkal hoaks tentang vaksin Covid-19 di tengah masyarakat, BPOM mengimbau agar masyarakat hanya mengakses situs resmi lembaga pemerintahan untuk mengetahui informasi yang benar.

Adapun, BPOM mempunyai  sumber informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Sumber-sumber tersebut yaitu:

1.      Website Badan POM (www.pom.go.id)

2.      Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533,

3.      SMS 0-8121-9999-533,

4.      WhatsApp 0811-9181 533,

5.      E-mail halobpom@pom.go.id,

6.      Twitter@BPOM_RI, atau

7.      Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

“Vaksinasi penting dan merupakan salah satu upaya untuk penanganan pandemi COVID-19 dan harus dilaksanakan secara bersama agar memenuhi target ‘herd immunity’ untuk dapat keluar dari pandemi COVID-19 ini. Setelah vaksinasi dilaksanakan, masyarakat tetap harus disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M kapan pun dan di mana pun berada,” tegas Penny.

Dia menegaskan, menjelang diberikannya Emergency Use Authorization (EUA) terhadap produksi massal vaksin, BPOM tetap akan menerapkan standar yang mengacu pada pedoman WHO, serta merujuk pada US Food and Drug Administration/US-FDA, dan European Medicines Agency/EMA.

“Syarat pemberian EUA adalah vaksin harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2 secara lengkap serta data analisis interim uji klinik fase 3 untuk menunjukkan khasiat dan keamanan vaksin,” pungkas dia. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar