Yamaha

Demi Keselamatan, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Tak Tolak Vaksin Covid-19

  Kamis, 14 Januari 2021   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewanti-wanti pentingnya vaksinasi untuk meredakan pandemi Covid-19. (Dok. Humas Pemprov Jabar)
BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewanti-wanti pentingnya vaksinasi untuk meredakan pandemi Covid-19. Dia menyebut vaksin adalah satu-satunya cara yang terbukti mampu mengendalikan berbagai pandemi yang pernah terjadi di dunia.
 
"Dulu ada vaksin cacar, nah tanpa vaksin itu kasus meningkat luar biasa. Setelah vaksin, dia (pandemi cacar) turun dan di tahun ketiga dan keempatnya bisa nol. Itu bukti bahwa vaksin akurat," ungkapnya di Gedung Pakuan Kota Bandung, dikutip dari Ayobandung.com, Kamis (14/1/2021).
 
Oleh karenanya, dia mengajak masyarakat termasuk para influencer dan figur publik untuk melakukan bela negara lewat vaksinasi Covid-19. Mereka yang menolak, dia mengatakan, dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
 
"Maka kami mengajak influencer dan public figure untuk bersama-sama bela negara. Karena mereka yang menolak itu bisa masuk ke kategori membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar," ungkapnya.
 
"Itulah kenapa ada sanksi dan hukuman dari dua Undang-Undang , yaitu Undang-Undang wabah dan kekarantinaan kesehatan," lanjutnya.
 
Ridwan Kamil mengatakan dia adalah referensi utama dalam vaksinasi karena termasuk ke dalam relawan vaksin. Dia dan relawan lainnya disuntik ketika vaksin Sinovac masih melangsungkan uji klinis tahap III dan menyatakan hasilnya baik-baik saja sehingga merasa lega.
 
"Alhamdulilah, BPOM sudah memberikan rilis bahwa (vaksin Sinovac) berhasil. Tes yang dilakukan di Bandung (efikasinya) lebih dari 50% yaitu 65,3%," ungkapnya.
 
"Dan dari laporan tim vaksin di tubuh saya sebagai relawan itu muncul 99% antibodinya tiga bulan setelah penyuntikan," jelasnya.
 
Oleh karenanya, dia juga mengingatkan agar warga tidak euforia selepas divaksin. Protokol kesehatan 3M harus tetap dijalankan dengan ketat.
 
"Jadi tolong diedukasi juga setelah divaksin jangan euforia seolah bebas, karena antibodinya dalam teori kami baru muncul tiga bulan kemudian," ungkapnya. 
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar