Yamaha

Jumlah Daerah Zona Merah Covid-19 Meningkat Drastis Pekan Ini

  Rabu, 20 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Sejumlah warga muslim tengah beribadah saat masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Berdasarkan data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 Nasional, perkembangan peta zonasi risiko pada minggu ini dirasa cukup mengkhawatirkan dikarenakan penambahannya cukup drastis yakni berjumlah 108 kabupaten/kota dibandingkan Minggu lalu sebanyak 70 kabupaten/kota.

Jumlah peningkatan minggu ini sama jika dibandingkan saat masa awal penanganan pandemi Covid-19, tepatnya 31 Mei tahun 2020.

"Apabila kita lihat peta (zonasi), hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Selasa (19/1/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Terdapat 15 kabupaten yang sebelumnya tidak pernah masuk zona merah, kini berada di zona merah. Di antaranya, Madiun, Magetan, Ponorogo, Lampung Barat, Lampung Utara, Pringsewu, Bima, Dompu, Manggarai Barat, Morowali Utara, Poso, Sigi, Tojou Una-Una dan Tolitoli.

"Jangan sampai di minggu selanjutnya, angka zona merah terus bertambah. Kita tidak mau zona merah mendominasi warna di peta zonasi risiko. Ingatlah, jangan salah fokus, upaya yang harus kita lakukan bersama, adalah menurunkan angka di zona oranye untuk pindah ke zona kuning atau hijau, bukan untuk pindah ke zona merah," ujar Wiku.

Melihat zona oranye atau risiko sedang, jumlahnya menurun dari 374 menjadi 347 kabupaten/kota. Lalu, pada zona kuning atau risiko rendah jumlahnya pun turun dari 56 menjadi 45 kabupaten/kota. Sementara pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya tetap yakni 10 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak jumlahnya tetap yakni 4 kabupaten/kota.

Jika melihat pergeseran peta zonasi, pada minggu ini ternyata ada 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Untuk itu, Satgas Covid-19 Nasional meminta kepada kepala daerah di 52 kabupaten/kota tersebut untuk berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat dan Kementerian Kesehatan, jika ada kendala atau kordinasi kebutuhan yang dapat mendukung upaya peningkatan penanganan Covid-19.

Untuk rincian 52 kabupaten/kota tersebut, provinsi Jawa Tengah memiliki paling banyak perpindahan zonasi pada kabupaten/kotanya. Yakni di Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Jepara, Semarang, Batang, Pemalang, Kota Magelang, dan Kora Semarang.

Selain itu, provinsi lain yang menyumbang perpindahan ke zona merah ada di Sumatera Utara di Kota Medan. Sumatera Barat di Tanah Datar. Sumatera Selatan di Kota Prabumulih. Lampung ada di Lampung Utara, Lampung Barat dan Pringsewu.

Di Jawa Barat ada di Bandung dan Bandung Barat. Di Jawa Timur di antaranya di Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan Ngawi. Nusa Tenggara Barat terdapat di Dompu, Bima dan Kota Bima. Di Nusa Tenggara Timur berada di Manggarai Barat. Kalimantan Tengah di Sukamara, Gunung Mas, Katingan dan Pulang Pisau.

Lalu, di Kalimantan Selatan di Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Di Kalimantan Timur berada di Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kota Bontang. Sulawesi Tengah ada di Posis, Tolitoli, Tojo Una-Una, Sigi dan Morowali Utara. Sulawesi Utara terdapat di Minahasa, Minahasa Utara, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu. Serta di Maluku terdapat di Kepulauan Aru.

"Mohon keadaan ini dijadikan refleksi penanganan Covid-19. Jika perkembangan menunjukkan kearah yang tidak diharapkan, itu artinya kita perlu memperbaiki strategi, cara dan upaya penanganan kita supaya bisa berhasil. Jangan berpuas diri pada upaya penanganan yang belum maksimal," pesan Wiku.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar