Yamaha

Musim Hujan, Produksi Genteng Alami Keterlambatan

  Kamis, 21 Januari 2021   Dede Nurhasanudin
Pekerja menyelesaikan produksi pembuatan genteng di Sentra Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin (31/8/2020). Pabrik genteng atau jebor masih bertahan di tengah gempuran zaman serta pandemi Covid-19. Pengusaha genteng mengaku alami kelesuan hingga 70% serta banyaknya barang tak terjual karena masyarakat beralih menggunakan genteng plastik. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

TEGALWARU, AYOPURWAKARTA.COM -- Pada musim penghujan produksi genteng  sedikit terhambat. Proses produksi yang mengandalkan sinar matahari membuat proses penjemuran memakan waktu lama.

Padli (28), salah satu pengusaha pabrik genteng HMJ Super berlokasi di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta mengaku musim hujan sangat berpengaruh pada proses produksi genteng dalam tahap pengeringan, karena mengandalkan sinar matahari. 

Apalagi lokasi penjemuran dilakukan di area halaman pabrik yang kini sering tergenang air. 

"Iya kalau musim hujan proses produksi pasti terganggu," kata dia, Kamis (21/1/2021).

Biasanya, kata Padli, proses produksi genteng mulai menggiling tanah hingga prodak bisa dipasarkan memerlukan waktu paling lama tiga sampai empat hari. 

Dalam satu harinya mampu menghasilkan hampir 2.500 genteng.

"Saat musim hujan pasti lebih dari satu minggu,  jenis genteng yang saya produksi adalah genteng pres dan pembuatan nok," kata Padli.

Untuk mensiasati itu, genteng yang sudah dicetak kemudian di rak khusus dan ditumpuk di sekitar open atau tungku pembakaran. Hal tersebut dilakukan untuk mengejar target pasar.  

"Ya mau gimana lagi semoga saja cuaca kembali normal dan proses pembuatan kembali lancar," kata dia.

Ia tidak menampik jika masa pandemi berpengaruh pada omzet yanga dirinya peroleh. Hanya saja, ia mengaku sudah mempunyai langganan tetap. 

"Kalau ditanya penurunan saya akui iya, tapi masih ada pelanggan yang tetap order," ujar Padli.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar