Yamaha

Medis: Alami Kerusakan, Organ Paru Penyintas Covid-19 Sulit Kembali Normal

  Jumat, 22 Januari 2021   Suara.com
ilustrasi -- hasil rongen paru (Pixabay)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Infeksi Covid-19 berisiko sebabkan pneumonia atau peradangan pada paru. Kondisi itu rentan dialami oleh pasien yang mengalami gejala sedang, berat, dan kritis.

Dokter spesialis paru Dr. dr. Agus Dwi Susanto. Sp.P(K)., mengatakan pasien Covid-19 yang mengalami pneumonia tentu akan mengalami kerusakan pada organ paru. Kerusakan itu bisa menimbulkan gejala sisa walaupun pasien sudah sembuh dari Covid-19.

"Karena kalau dilihat dari prosesnya, ketika paru sudah terjadi kerusakan, pneumonia, bisa terjadi sisa, vibrasis pasca covid. Jadi jaringan paru meradang, virus covid sudah hilang tapi hasil rongen paru sudah terjadi kerusakan vibrosis. Itu sebagai gejala sisa," jelas Agus dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (21/1/2021).

Sehingga, kemungkinan untuk kondisi paru kembali normal belum bisa dipastikan hingga saat ini. Tetapi dari kebanyakan kasus yang ada, Agus mengatakan, 20% bersifat irreversibel, yang artinya vibrosis paru tidak bisa kembali normal. Bahkan, ada juga yang berisiko menyebabkan gagal pernapasan dan berujung meninggal dunia.

"Kalau dilihat dari statistik, hampir 81% Covid-19 derajat tanpa gejala dan ringan, sekitar 14% sedang-berat atau sudah terjadi pneumonia, dan sekitar 15% derajat kritis. Kemudian bisa dilihat pneumonia pada covid, kalau dihitung sekitar 19% kasus Covid-19 alami pneumonia," tuturnya.

"Sekitar 16-17% pneumonia terjadi itu bisa sembuh seperti awal, hanya saja apakah sembuh sempurna atau tidak. Apakah bisa kembali sempurna, itu masih rahasia," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar