Yamaha

Mengenal Sesar Lembang yang Dipantau BMKG Sejak 1963

  Rabu, 27 Januari 2021   Editor
Peta Sesar Lembang UGM. (dok. UGM)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif yang ada di Jawa Barat. Lokasi jalur sesar ini terletak sekitar 10 km arah utara Kota Bandung dengan panjang sesar sekitar 25-30 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, hasil kajian para ahli menunjukkan sesar ini memiliki magnitudo tertarget 6,8.

"Kapan gempa kuat akan terjadi, tidak seorang pun ada yang tahu. Agar selamat dari gempa, kita dapat melakukan upaya mitigasi konkret dengan membangun rumah tahan gempa dan belajar cara selamat saat terjadi gempa," tulisnya dalam akun Instagram pribadinya yang dilihat Ayobandung.com, Rabu (27/1/2021).

AYO BACA: Rasa Dingin Cuaca Bisa Dikurangi oleh Teh Jahe, Ini Ragam Manfaat Lainnya
AYO BACA: Siang dan Sore Purwakarta Berpotensi Hujan

Menurutnya, keaktifan sesar ini diindikasikan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalur Sesar Lembang.

Pada 28 Agustus 2011 terjadi gempa bermagnitudo 3,3 dengan kedalaman yang sangat dangkal hingga mengakibatkan dampak signifikan. Dampaknya yakni merusak 384 rumah warga di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Gempa juga pernah terjadi pada 14 dan 18 Mei 2017 dengan magnitudo 2,8 and 2,9 yang dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.

AYO BACA: Jaga Kesehatan 'Uang' Kala Belanja Perabotan Rumah, Simak Tips Ini
AYO BACA: Fakta Kabar Dokter Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Upaya monitoring Sesar Lembang oleh BMKG sudah dilakukan sejak lama. Pada 1 Januari 1963 BMKG mulai memasang dan mengoperasikan Seismograph WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang. Jenis seismograf ini adalah Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen.

Selain untuk memonitor gempa di wilayah Indonesia, seismograf ini juga dapat memonitor aktivitas Sesar Lambang. Para pegawai BMKG sejak lama sudah mengamati adanya catatan gempa-gempa lokal pada seismogram analog di sekitar Lembang.

AYO BACA: Mantan petarung MMA Khabib Nurmagomedov Siap Jadi Pesepak Bola?
AYO BACA: Pemkab Purwakarta Kembali Tutup Galian Tanah di Sukatani

Aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang sejak 2008 mulai dapat dimonitor secara lebih baik. Hal ini disebabkan karena BMKG mulai mengoperasikan jaringan monitoring gempa digital (digital seismic network) menggunakan sensor gempa dengan kawasan frekuensi lebar (broadband).

3 Fakta Sesar Lembang

Dikutip dari artikel-artikel Ayobandung.com terdahulu, terdapat sejumlah fakta tentang Sesar Lembang. 

1. Panjangnya 29 km
Peneliti kegempaan ITB, Irwan Meilano mengatakan, Sesar Lembang merupakan patahan geser aktif yang membentang sepanjang 29 kilometer dari titik nol di ujung barat Kota Bandung (area Cimahi dan Kecamatan Ngamprah) hingga ke sisi timur Bandung (Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dan sebagian area Jatinangor, Kabupaten Sumedang). 

2. Lempeng bergerak 3mm per tahun
Dari hasil penelitian sejumlah ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dapat dipahami bahwa patahan ini bergerak sebanyak 3 mm hingga 5 mm setiap tahunnya.

Angka ini termasuk ke dalam kategori pergerakan kecil. Sesar Lembang bergerak dengan pola geser ke kiri, namun pada bagian sesar yang berbelok di sejumlah titik, pola gerak menjadi naik.

3. Terakhir gempa besar 500 tahun lalu
Peneliti gempa dari LIPI, Mudrik Rahmawan Daryono, menjelaskan, hingga saat ini, tercatat ada dua sejarah kejadian gempa besar di Sesar Lembang. Kedua gempa tersebut terjadi pada abad ke-60 SM dan abad ke-15.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar