Yamaha

Jangan Percaya Prediksi Gempa Sebutkan Detail Waktu, Begini Penjelasan Ahli

  Senin, 01 Februari 2021   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi jalur Sesar Lembang. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Sejak beberapa hari lalu, isu aktivitas Sesar Lembang di Bandung yang akan memicu gempa besar kembali mencuat. Kabar tersebut beredar secara berantai melalui aplikasi pesan singkat, menyebut gempa besar akibat Sesar Lembang akan muncul di awal 2021.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ahmad Solihin menyebut, tidak ada ahli yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi. Sehingga, kabar yang menyebut prediksi gempa secara detail harus dipertanyakan.

Dia mengatakan, hal yang dapat diketahui melalui penelitian kegempaan antara lain terkait geoetri, mekanisme hingga potensi gempa bumi. Namun, tak ada satupun yang dapat memastikan kapan gempa akan terjadi.

"Belum ada yang bisa memprediksi kapan tanggal, bulan dan tahunnya akan terjadi gempa dari Sesar Lembang. Kalo ada yang bilang Sesar Lembang akan gempa di tanggal, bulan dan tahun sekian, mohon jangan dipercaya," ungkapnya saat dihubungi, Senin (1/2/2021).

Dia mengatakan, banyak sekali parameter yang tidak diketahui atau tidak dapat diukur secara pasti mengenai kegempaan. Sampai saat ini, tidak ada ahli ataupun alat yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi secara akurat, baik dari segi waktu, lokasi dan kekuatannya.

"Dengan ilmu pengetahuan yang ada saat ini, kita bisa memetakan sumber gempa bumi dan mengkaji potensinya, serta dapat mengestimasi atau memodelkan dampak yang dapat terjadi. Tapi untuk memprediksi secara akurat kejadian gempa bumi, masih belum," jelasnya.

Terkait Sesar Lembang di Bandung, dia mengatakan, pihaknya pernah melakukan penelitian bersama LIPI dan menghasilkan simpulan bahwa sesar tersebut adalah sesar yang aktif. Potensi gempa yang dimunculkan diprediksi berkekuatan magnitudo 6,5 sampai dengan 7.

Daerah yang bisa terdampak, dia mengatakan, adalah wilayah yang paling berdekatan dengan jalur sesar tersebut. Semakin jauh dari sesar, guncangan akan semakin kecil.

"Tapi jika kekuatan gempanya cukup besar, magnitudo di atas M 6, maka guncangan gempanya dapat berdampak pula ke Cekungan Bandung," ungkapnya.

Hingga saat ini, dia mengatakan, gempa merusak yang disebabkan oleh Sesar Lembang di antaranya adalah gempa yang terjadi di 2011. Kerusakan terjadi di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kec. Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akibat gempa berkekuatan M3,3.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar