Yamaha

PPKM Mikro Diperpanjang hingga Maret 2021

  Senin, 22 Februari 2021   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi kebijakan pembatasan pencegahan Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. 

Pemerintah mengklaim bahwa kebijakan ini cukup efektif ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah juga mengklaim bahwa secara nasional, jumlah kasus aktif turun hingga -17,27 persen dalam sepekan. 

"Selain itu tren kepatuhan protokol kesehatan di seluruh Provinsi juga berhasil meningkat di kisaran 87,64% hingga 88,73%. Dalam rentang 5 – 17 Feb 2021, selisih persentase kasus aktif nasional terjadi penurunan sebesar -2,53% (dari 176.672 pada 5 Febr menjadi 162.182 kasus aktif pada 17 Febr 2021), sedangkan angka absolut kasus aktif mengalami penurunan sebesar 10,29% menjadi 158.498 kasus aktif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi persnya.

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, guna tindak lanjut terkait keputusan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Dengan terbitnya Instruksi Mendagri ini, maka ketujuh Gubernur di Jawa Bali yang menjadi wilayah prioritas, akan segera menerbitkan aturan pelaksanaannya di masing-masing wilayah melalui penerbitan Peraturan/ Instruksi/ Surat Edaran Gubernur terkait pelaksanaan Perpanjangan PPKM Mikro.

Kebutuhan Isolasi Mandiri

Dalam lanjutan penerapan PPKM Mikro ini, Pemerintah akan menyediakan kebutuhan dasar untuk rumah yang melakukan isolasi mandiri, baik di tingkat Isolasi Rumah Tangga maupun Isolasi Rukun Tetangga (RT).

Bentuk bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah berupa pemberian beras sebanyak 20 Kg per rumah (yang melakukan isolasi), untuk kebutuhan selama 14 hari masa isolasi. Bantuan beras ini akan didistribusikan melalui aparat Kepolisian atau TNI di tingkat Polsek dan Koramil.  

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah mendistribusikan 653.375 alat swab antigen ke 7 provinsi dan pada 23 Februari akan tiba sebanyak 1 juta alat swab antigen. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar