Yamaha

120 Rumah di Tegalwaru Terdampak Pergerakan Tanah, 345 Orang Mengungsi

  Senin, 01 Maret 2021   Dede Nurhasanudin
Salah satu bangunan rumah terdampak pergerakan tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kecamatan Tegalawaru, Kabupaten Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanadunin)

TEGALWARU, AYOPURWAKARTA.COM -- Sebanyak 120 rumah di Kampung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta mengalami kerusakan, akibat pergerakan tanah menyusul intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari pemerintah desa setempat, dari jumlah tersebut 79 rusak berat 41 rumah rusak ringan.

Adapun jumlah korban sebanyak 532 jiwa dari 150 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut mengungsi 345 jiwa bertahan 187 jiwa.

"Mereka yang masih bertahan di rumah terus kami bujuk agar tinggal di pengungsian demi keselamatan, karena khawatir pergerakan tanah terjadi tiba-tiba," ungkap Kepala Desa Pasangrahan Yadi Supriyadi, Senin (1/3/2021).

Selain itu, ia menyebut terdapat tiga korban diduga mengalami depresi, karena diduga masih belum percaya tempat tinggal mereka rusak akibat bencana alam tersebut.

Akan tetapi, ketiganya sudah mendapat perawatan dan sudah kembali ke pulang.

"Menurut saya wajar karena cobaan ini begitu berat. Apalagi bagi warga pedesaan rumah adalah segalanya. Kami berharap pemerintah segera merelokasi semua korban agar tidak terlalu lama tinggal di pengungsian," ujar Yadi.

Sementara itu, bencana pergerakan tanah di kampung berada di bawah kaki Gunung Parang itu menyedot perhatian semua elemen masyarakat. Mereka ikut prihatian dan saling mengulurkan tangan membantu korban.

Seperti dilakukan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Purwakarta,  mengirim bantuan berupa sembako, tabung elpji 12 kg, vitamin dan obat-obatan.

Selain memberikan bantuan, Hiswana Migas juga ingin memastikan pasokan bahan bakar miyak (BBM) dan gas di wilayah yang terkena bencana alam tersebut aman. 

Ketua DPC Hiswana Migas Purwakarta, Arry Safrudin, melalui wakil-nya Gojali mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan salah satu bentuk empati Pertamina dan Hiswana Migas terhadap warga yang tekena bencana alam di Purwakarta.

Karena disadari atau tidak masyarakat yang terkena bencana alam tak bisa mengandalkan tidakan pemerintah semata. 

"Untuk itu para pengusaha migas yang tergabung dalam Hiswana Migas Purwakarta bersama PT Pertamina ikut mengulurkan tangan untuk membantu para korban. Jadi ini merupakan aksi solidaritas bersama. Mudah-mudahan bisa membantu saudara kita yang terkena bencana," ujar Gojali, yang datang didampingi para pengurus DPC Hiswana Migas Purwakarta saat melongok korban bencana pergerakan tanah di Desa Pasangrahan.  

Disinggung soal distribusi bahan bakar minyak maupun gas di beberapa wilayah yang terkena bencana alam, termasuk di Pasanggrahan, Gojali memastikan aman. 

"Khususunya distribusi elpiji, kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam masih bisa terpenuhi. Jadi, Alhamdulillah pasokan BBM dan gas aman," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar