Yamaha

2 Geng Motor Bentrok di Purwakarta, 2 Luka Berat 1 Tewas

  Rabu, 07 April 2021   Dede Nurhasanudin
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah menunjukan barang bukti bentrokan geng motor. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dua geng motor terlibat bentrok di Pertigaan Cimplong Kampung Kaum RT 6/3, Desa Campaka, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu, 3 April 2021, sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat bentrokan tersebut dua korban luka berat, yakni CO dan MY, sementara satu korban tewas berinisial DD.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah mengaku telah mengamankan tiga pelaku berinisial FR (19), TM (18), dan MR (19) di rumah salah seorang dari mereka.

"Kami mengamankan mereka setelah sebelumnya menerima laporan dari warga adanya bentrokan dua geng motor tersebut," ujar dia, Rabu, 7 April 2021.

Dari tangan pelaku, ia mengaku menyita barang bukti berupa dua samurai dan satu celurit.

Bahkan, pihaknya saat ini tengah mendalami motif para pelaku. Namun diduga para pelaku merupakan anggota geng motor.

"Mereka itu memang sebelumnya ada dendam pribadi antargeng motor," kata Fitran.

Ia menjelaskan, insiden maut itu terjadi pada Sabtu (3/4/2021) berawal ketika pelaku dan enam anggota anggota geng motor lainnya sedang nongkrong di lokasi kejadian.

Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan korban yang juga geng motor tiba-tiba melintas. 

Begitu rombongan korban lewat, mereka mengacungkan senjata tajam jenis samurai, celurit dan bambu.

Sempat pula rombongan ini melempar batu ke arah remaja yang nongrong itu. Sehingga perilaku yang ditunjukkan korban mengundang emosi pelaku. 

Tak diduga, rombongan geng motor yang sudah melintas itu malah kembali lagi menghampiri remaja yang sedang nongkrong.

"Korban turun dari sepeda motornya kemudian menodongkan celurit dan samurai kepada pelaku dan warga sekitar. Kemudian pelaku yang sedang nongkrong spontan menyerang korban dengan senjata tajam. Sehingga satu orang meninggal dunia dan dua luka berat," kata Fitran.

Akibat perbuatan, para pelaku dikenakan pasal 170 ayat 2 dan 3 tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengakibatkan luka berat dan tewas.

"Para pelaku bakal terancam hukuman penjara 12 tahun," tegas Fitran.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar