Yamaha

Nikmatnya Sate Maranggi Hj. Yetty

  Rabu, 08 Februari 2017   Adi Ginanjar
Sate Maranggi.(Eneng)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM—Semua pecinta kuliner khas Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan bumbu sate. Namun, ada yang berbeda dengan bumbu sate khas Purwakarta yakni Sate Maranggi Hj. Yetty.

Sate Maranggi sendiri memiliki ciri khas dan perbedaan rasa dibandingkan sate serupa lainnya yang mana bumbunya kecap tidak disertai saus kacang.

Namun, ciri khas dari Sate Maranggi Hj. Yetty yakni sambal tomat dicampur dengan cabai pada bumbu sate.

Sang pemilik Yetty mengungkapkan restoran tersebut didirikan pada 1990.

“Usaha sate maranggi ini berawal dari coba-coba, sekitar tahun 90. Sebenarnya buka usaha pertama di sini hanya jualan es kelapa yang awalnya dirintis oleh bapak saya Haji Rasta. Berawal dari coba-coba jualan sate hanya dengan bumbu kecap, ternyata bisa diterima masyarakat,” terang Yetty kepada AyoPurwakarta akhir pekan lalu.

Sebenarnya, usaha sate maranggi pertama kali diperkenalkan dari Plered. Saat merintis, usaha dirinya belum terkenal dan memiliki nama seperti saat ini.

“Sebelum sate saya, sebenarnya sudah ada sate maranggi yang di Plered. Makanya waktu saya menciptakan sate ini, saya belum punya nama tapi konsumen memberi saran untuk memberi nama sate maranggi seperti di Plered,” ungkapnya.

Yetti menuturkan nama sate maranggi itu muncul karena berasal dari penamaan untuk olahan sate yang hanya dibumbui oleh kecap tanpa bumbu kacang. Serta di Purwakarta sendiri olahan sate maranggi yang terkenal terletak di daerah Cibungur, Wanayasa, serta Plered.

Meskipun saat ini terdapat banyak usaha serupa usahanya tetap konsinten didatangi pecinta kuliner.

“Mungkin yang membedakan dari sambalnya. Soalnya sambal di sini dengan tempat lain berbeda,” katanya.

Saat ini dalam sehari usahanya itu bisa menghabiskan daging hingga 1,5 ton jika pengunjung membeludak pada Sabtu-Minggu.

“Sekarang dari Senin-Jumat bisa menghabiskan 2-3 kuintal sehari. Kalau Sabtu bisa sampai 4-6 kuintal.” Kini dirinya mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi 200 karyawan. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar