Yamaha

Curug Tilu di Belantara Sukasari, 'Grand Canyon'nya Purwakarta

  Jumat, 10 Februari 2017   Adi Ginanjar
Curug Tilu.(Ist)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Akses jalan yang kini mulus di Kecamatan Sukasari menjadikan wilayah yang tadinya terisolir selama lebih dari 50 Tahun ini terbuka.

Denyut mobilitas warga setempat kini mulai terasa, bahkan warga dari luar Sukasari pun sudah mulai mendatangi wilayah tersebut.

Di sisi lain, daya tarik alam yang relatif belum terjamah tangan manusia di wilayah ini memiliki pesona yang tidak bisa dikatakan biasa.

Sukasari yang mayoritas wilayahnya masih berupa hutan belantara ternyata memiliki 'Grand Canyon'.  Ialah Curug Tilu, berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Adapun dua jalur dapat dimanfaatkan wisatawan untuk ke Curug Tilu yakni Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari dapat menjadi pilihan utama. Melalui jalur ini hanya dengan waktu 40 menit, wisatawan sudah dapat sampai di Desa Ciririp.

Sementara itu, jalur via Jalan Maniis - Sukasari saat ini tidak disarankan karena masih dalam tahap penyelesaian pemerintah daerah setempat.

Jarak 1 kilometer dari jalan utama harus dilalui wisatawan untuk memasuki area Curug Tilu. Namun, perjuangan itu akan terbayar kala tepat di curug utama, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam nan hijau dengan kontur bebatuan khas pegunungan.

Warna air di tempat tersebut terlihat kehijauan persis seperti 'Grand Canyon' di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pihak pengelola dari [email protected] (Komunitas Pecinta Alam Sukasari) yang dipimpin Muhammad Arifin (32) sejak¬† 2013 berusaha mengeksplorasi potensi wisata alam di kecamatan yang baru saja dibuka akses jalannya tersebut.

"Sejak Kang Dedi (Bupati Purwakarta) membuka akses jalan, kami memandang ini sebagai kesempatan. Kenapa tidak Potensi alam di sini kita perkenalkan kepada masyarakat luas. Di sini alamnya masih sangat asri dan harus kita rawat," kata pria yang akrab disapa Arif, Jumat (10/2/2017).

Arif menjelaskan fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu di antaranya home stay lengkap dengan hammock dan tempat khusus untuk berenang, serta hidangan nasi liwet. Semua fasilitas tersebut sementara telah dijadikan satu paket seharga Rp50.000.

"Nasi liwetnya bisa untuk lima orang, terus terang kami belum tetapkan tarif, itu sebenarnya pengganti masak nasi liwet saja," katanya menjelaskan.

Selama ini, Arif mengaku hanya mengandalkan tenaga para pemuda di Desa Ciririp untuk melakukan pengelolaan. [email protected] pun berencana melakukan pengembangan lebih lanjut berupa sarana untuk 'river tubing' dan 'body rafting'.

"Terus terang masih jauh dari maksimal karena kami di sini beranggotakan pemuda desa saja, inginnya tambah bagus. Tapi Alhamdulillah, wisatawan dari Jakarta, Karawang, dan khususnya Purwakarta sehari bisa 20-30 orang yang datang," pungkasnya.(Eneng Reni Nurasiyah Jamil)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar