Yamaha

Pria Ini Ditelepon Dedi Mulyadi Pascaledakan Bom Panci di Bandung

  Selasa, 28 Februari 2017   Adi Ginanjar
Agus Marsal (kanan) bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam kegiatan Sekolah Ideologi yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.(Ist)


PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan keterangan perihal Yayat Cahdiyat (42) warga Desa Cukanggenteng RT 01/01 Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Dalam fotokopi KTP pelaku bom panci di Taman Pandawa Kota Bandung tertulis pria tersebut lahir di Kabupaten Purwakarta.

Untuk memastikan kabar yang tersiar melalui media itu, Dedi mengaku menghubungi Ketua RT 01 RW 06 Kampung Sukamulya Kelurahan Ciseureuh, tempat tinggal Yayat sebelum ditangkap oleh Densus 88 dan divonis Pengadilan Jakarta Barat Tahun 2015 lalu.

"Menurut keterangan Ketua RT setempat memang dia kurang dikenal," kata Dedi Senin petang (27/2/2017).

Bukan hanya mengecek kepada Ketua RT, Dedi pun telah menelepon Agus Marsal, warga Desa Cibening, Bungursari, Purwakarta. Agus diketahui merupakan rekan seangkatan Yayat di kamp pelatihan militer Jalijantho, Nangroe Aceh Darussalam.

"Pak Agus mengatakan bahwa Yayat ini kawannya waktu pelatihan di sana, tapi dia nggak tahu sekarang Yayat tinggal di mana," kata Dedi menambahkan.

Berdasarkan data dari pihak Kepolisian Resort Purwakarta, Yayat diketahui tidak kembali ke Purwakarta setelah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Ia memilih Kabupaten Bandung sebagai tempat tinggal baru.

"Saya kira kalau Yayat saat itu tidak pindah ke Kabupaten Bandung dan tetap tinggal di Purwakarta. Mungkin aksi bom panci itu tidak terjadi karena di sini saya merangkul Pak Agus dan menjadikannya saudara," katanya menyesalkan aksi tersebut.

Agus Marsal sendiri, menurut Dedi merupakan bagian dari program deradikalisasi yang ia lakukan di Purwakarta. Ia pernah diundang oleh pemerintah daerah setempat untuk memberikan materi tentang cara-cara teroris membangun sel-sel di daerah.

Materi ini disampaikan oleh Agus dalam kegiatan Sekolah Ideologi yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Problem teroris itu harus terus dibina pasca keluar dari LP. Harus memiliki kegiatan sehari-hari, ekonominya harus kita tunjang," pungkas Dedi.(Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar