Yamaha

PT Pupuk Kujang Pastikan Pupuk Bersubsidi Di Jabar Dan Banten Aman

  Kamis, 02 Mei 2019   Dede Nurhasanudin
Logo PT Pupuk Kujang.

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM--Para petani di Provinsi Jawa Barat dan Banten tidak perlu khawatir kekurangan pupuk bersubsidi. Sebab, PT Pupuk Kujang memastikan ketersediaan pupuk di musim tanam ini aman hingga dua bulan ke depan.

"Stok di Provinsi Jawa Barat dan Banten dipastikan aman," Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, Kamis (2/5/2019).

Tidak hanya memastikan pupuk aman, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). 

"Tujuannya, untuk menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan," kata dia.

Dijelaskan, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan, tapi pada praktiknya, PT Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok setara dengan stok untuk dua bulan ke depan bahkan lebih. Hal ini, untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

"Musim taman permintaan pupuk meningkat, sebagai antisipasi stok kita tambah hingga dua bulan kedepan kedepan bahkan lebih," kata dia.

Hingga saat ini, lanjutnya, stok urea untuk  Jawa Barat dan Banten  mencapai 73.184 ton atau 269% dari ketentuan sebesar 26.272 ton. Untuk NPK, stoknya mencapai 47.299  ton  atau  hampir lebih dari sepuluh kali lipat  dari ketentuan  sebesar  3.736  ton.  

Sedangkan  stok pupuk  organik mencapai  9.012  ton  atau 182% dari ketentuan 4.938 ton. Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada bulan April–September.

Pencapaian  Realisasi  penyerapan  pupuk  urea  bersubsidi  di  Jawa Barat-Banten,  sampai  dengan  29 April 2019 kemarin, lanjut Ade mencapai  203.209  ton. Menurutnya  jumlah  itu  setara  dengan  108%  dibandingkan  kebutuhan  Dinas  Pertanian  sebanyak  187.682  ton. 

"Untuk di wilayah Purwakarta juga dapat dipastikan aman bahkan lebih juga," tandas Ade.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar