Yamaha

Jasa Tirta II Jatiluhur Terjunkan Tim untuk Inspeksi Saluran Irigasi

  Jumat, 17 Mei 2019   Arditya Pramono
Direktur Jasa Tirta II U Saefudin Noer bersama tim gabungan saat melakukan inspeksi saluran air. (Istimewa)

SUBANG, AYOPURWAKARTA.COM -- Jasa Tirta II Jatiluhur menerjunkan tim gabungan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk menginspeksi saluran irigasi. Salah satunya adalah saluran yang membentang ke Bendung Leuwi Nangka, Kampung Warasan, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang pada Kamis (16/5/2019). 

Direktur Utama Jasa Tirta II, U Saefudin Noer mengatakan inspeksi tersebut dilakukan mengingat vitalnya Bendung Leuwi Nangka dalam pengaturan air untuk kepentingan pertanian. Saat ini Bendung Leuwi Nangka diketahui memiliki kontribusi yang cukup besar bagi pertanian di Kabupaten Subang karena mampu mengairi areal persawahan seluas 4.300 hektare.

"Kita ingin mengecek juga, sejauh mana kondisi bendung ini berikut pintu-pintu airnya," ujar Saefudin kepada awak media.

Saefudin mengatakan, inspeksi tersebut juga dilakukan dalam rangka pemeriksaan dan pemeliharaan rutin Bendung Leuwi Nangka yang usianya sudah sangat tua. Jika terdapat titik-titik kerusakan dapat langsung terpantau lebih dini lewat adanya inspeksi tersebut. Terlebih di pergantian musim, inspeksi saluran air sangatlah penting. 

“Berdasarkan sejarah, Bendung Leuwi Nangka ini usianya sudah sangat tua. Dibangun pertama kali pada 1926 lalu atau saat masa penjajahan Belanda. Kemudian, bendung ini direnovasi pada 2012 lalu. Tetapi, dua tahun kemudian tanggul bendung ini jebol. Setelah dibangun bendung baru pada tahun 2013 dan selesai pada tahun 2016. Saat ini bendung Leuwi Nangka mampu mengairi areal persawahan seluas 4.300 hektare. Karenanya, pemeriksaan dan pemeliharaannya rutin dilakukan. Supaya, jika ada titik-titik kerusakan bisa terpantau sejak dini,” ujarnya.

Selain itu, lewat inspeksi tersebut, Saefudin ingin memastikan bahwa selama bulan Ramadan, pihak Jasa Tirta II maupun Petugas Operasi Bendung (POB) BBWS Citarum tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik terutama untuk memelihara fasilitas pengairan publik.

"Kami, menyaksikan langsung para petugas di lapangan memeriksa kondisi di bendung ini. Kami sangat mengapresiasi, dan memotivasi para petugas supaya tetap semangat bekerja di bulan puasa ini," ungkapnya. 

Di tempat yang sama, General Manager Wilayah III Jasa Tirta II, Agus Suranto, mengatakan, Sungai Ciasem yang melintasi Bendung Leuwi Nangka merupakan salah satu aliran air terbesar yang ada di Subang. Keberadaan Ciasem sangat penting terutama, bagi petani.

"Memasuki musim kemarau ini, kami di wilayah III selalu berupaya untuk menyediakan air sesuai kebutuhan petani. Supaya tidak berebut, maka kita berlakukan sistem gilir giring. Airnya digilir sesuai golongan, serta digiring supaya wilayah paling hilir tetap kebagian," ujarnya.

Diketahui Bendung Leuwi Nangka  merupakan salah satu konstruksi vital yang dikelola Jasa Tirta II Jatiluhur. Bendung Leuwi Nangka pengelolaannya berada di bawah kewenangan Jasa Tirta II. Sedangkan, kewenangan pemeliharannya ada dibawah kewenangan BBWS Citarum. 

Secara umum, Jasa Tirta II yang merupakan pengelola Waduk Jatiluhur memiliki tanggung jawab dalam mengairi 240 ribu hektare areal persawahan, yang tersebar di lima wilayah. Lima wilayah itu, yakni Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi dan sebagian Indramayu.

Pihak Jasa Tirta II menjamin ketersediaan air untuk dua musim, yaitu musim gadu (kemarau) dan musim rendeng (penghujan) agar tetap tersedia. Sehingga tidak ada konflik di tingkat petani yang berebut air. Jika diuangkan, air yang digelontorkan dari Waduk Jatiluhur berikut sumber mata air yang dikelola Jasa Tirta II untuk kepentingan irigasi (pertanian) mencapai Rp 13,86 triliun per tahunnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar