Yamaha

Gubenur Jabar Minta Keramba Apung di Jatiluhur dan Cirata Dikurangi

  Selasa, 25 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Waduk Cirata. (Ayobandung.com/Tri Junari)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta tengah menginventarisasi jumlah keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur dan Cirata.

Kepala Diskanak Kabupaten Purwakarta Budi Supriadi mengatakan, jumlah KJA di Waduk Jatiluhur saat ini sekitar 38.000, sementara di perairan Waduk Cirata mencakup tiga kabupaten, yakni Purwakarta, Bandung Barat, dan Cianjur sebanyak 98.000.

Jumlah tersebut harus dikurangi berdasarkan SK Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil berkaitan dengan program Citarum Harum.

"Waduk Jatiluhur sebanyak 38.000 menjadi 11.300, dan Waduk Cirata dari 98.000 disisakan sebanyak 7.000 hingga 2023 mendatang," ungkap dia, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan, saat ini masih dalam proses pendataan dan mencari solusi sehingga para pelaku yang memanfaatkan KJA tetap memiliki mata pencaharian.

"Pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sedang mengupayakan apakah diarahkan mengelola ikan di darat melalui program berbasis budidaya, tapi itu juga belum tentu menjadi alternatif utama karena bisa ke bidang lain," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar