Yamaha

Warga Bandung Raya Masih Bisa Mudik di Kawasan PSBB

  Selasa, 28 April 2020   Vina Elvira
ilustrasi pemudik. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah melarang aktivitas mudik di wilayah zona merah penyebaran Covid-19 dan wilayah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini, direalisasikan ke dalam Operasi Ketupat 2020 yang sudah berjalan sejak Jumat (24/4/2020) lalu. Ribuan kendaraan yang terindikasi akan mudik dihalau oleh petugas dan diimbau untuk berbalik arah.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes S. Erlangga menuturkan, meskipun ada larangan aktivitas mudik, sebenarnya kendaraan masih bisa melintas, asalkan tujuannya itu masih antar-wilayah di dalam Bandung Raya. Hal ini disebabkan Bandung Raya termasuk ke dalam wilayah penerapan PSBB.

 “Antar-wilayah dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih bisa, yang dibatasi dari zona hijau ke merah dan sebaliknya,” kata Erlangga melalui pesan singkat, Senin (27/3/2020).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Permenhub tersebut telah ditetapkan pada tanggal 23 April 2020 sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah untuk melarang mudik pada tahun ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

“Pengaturan tersebut yaitu berupa larangan sementara penggunaan sarana transportasi untuk kegiatan mudik pada masa angkutan lebaran tahun 2020,” ungkap Adita.

Lebih lanjut Adita mengungkapkan, larangan penggunaan transportasi berlaku untuk kendaraan yang keluar masuk di wilayah-wilayah seperti : wilayah PSBB, Zona Merah Penyebaran Covid-19, dan di wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan PSBB, seperti misalnya, Jabodetabek.

 “Untuk pengawasannya, di sektor transportasi darat akan dibangun pos-pos koordinasi atau kita sebut dengan check point yang lokasinya tersebar di sejumlah titik. Pos-pos ini akan dikoordinasikan oleh Korlantas Pori,” tutur Adita.

Larangan mulai berlaku pada 24 April s.d 31 Mei 2020 untuk sektor darat dan penyeberangan, 24 April s.d 15 Juni 2020 untuk kereta api, 24 April s.d 8 Juni untuk kapal laut, dan 24 April s.d 1 Juni 2020 untuk angkutan udara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar