Yamaha

RS Hasan Sadikin: Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Tahun Diprediksi hingga 30%

  Senin, 28 Desember 2020   Nur Khansa Ranawati
Ruang suspect virus corona di RS Hasan Sadikin Bandung dijaga ketat petugas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Kasus Covid-19 selalu mengalami kenaikan selepas dilaksanakannya libur panjang. Hal serupa juga diprediksi akan terjadi selepas libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung Nina Susana Dewi mengatakan, prediksi lonjakan kasus di akhir tahun bisa mencapai 30%. Oleh karenanya, pihaknya saat ini tengah menyiapkan fasilitas guna menampung pasien Covid-19 yang kemungkinan bertambah.

"Sekarang ini menjelang akhir tahun, kita harus siap sedia dengan lonjakan kasus yang diprediksikan bisa mencapai 20%-30%," ungkap Nina di RSHS Bandung, Senin (28/12/2020).

Dia mengatakan, RSHS sebagai rumah sakit rujukan utama untuk Covid-19 di Jawa Barat telah menyiapkan skema pemenuhan fasilitas bila lonjakan pasien mencapai 100%. Salah satunya dengan memfungsikan seluruh lantai Gedung Kemuning sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.

"Pertama, bila pasien meningkat 20%-50%, kami telah mengubah lantai 5 Gedung Kemuning menjadi tempat isolasi dengan tambahan 40 tempat tidur. Sehingga seluruhnya ada 195 tempat tidur," ungkapnya.

Sementara, dia mengatakan, bila pasien Covid-19 membludak di kisaran 50%-100%, maka ruang isolasi lain harus disiapkan. Bila lonjakan ada di angka ini, maka ruang rawat umum di sekitar Gedung Kemuning akan dipakai untuk pasien Covid-19.

"Kami akan menggunakan ruang rawat umum menjadi ruang isolasi di sekitar Gedung Kemuning dengan ICU. Jadi ada tambahan 50 tempat tidur dan 4 ruang isolasi ICU, sehingga bisa mencapai 249 tempat tidur dengan 15 ICU," paparnya.

Di samping itu, dia mengatakan pihaknya juga akan menambah jumlah perawat dengan berkonsultasi pada Kementerian Kesehatan. RSHS juga telah menyiapkan stok obat selama tiga bulan ke depan.

"Kami tentu harus menyesuaikan dengan penambahan keperawatan. Kami akan konsultasikan dengan Kemenkes atau minta ke BPSDM atau pusdatin. Untuk obat kami siapkan stok sampai 3 bulan dan nanti akan dilanjutkan pengadaan di tahun 2021," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar