Yamaha

Karawang 5 Pekan Zona Merah, Banyak Industri Nakal tak Laporkan Kasus Covid-19

  Selasa, 12 Januari 2021   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi industri. (Antara/Saptono)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Kabupaten Karawang tercatat sudah lima pekan berada di zona risiko tinggi alias zona merah Covid-19 secara berturut-turut. Klaster industri yang tak terlaporkan disinyalir menjadi penyebabnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan, ada sejumlah industri di Kabupaten Karawang yang tidak melaporkan temuan kasus Covid-19. Hal tersebut menjadikan kasus Covid-19 merebak di kawasan industri.

"Kalau saya lihat informasi Satgas di sana kelihatannya memang ada beberapa industri yang dia ada terpapar tapi tidak melaporkan, akhirnya menjadi klaster industri," kata Daud ketika ditemui di Secapa TNI AD, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021).

Dia mengatakan, industri yang tak melaporkan temuan kasus tersebut telah ditegur dan diberikan sanksi oleh Satgas Covid-19 setempat. Meski demikian, Daud tidak merinci nama industri yang dimaksud dan jumlah sebaran kasusnya.

"Daerah yang kasih sanksi. Saya kurang tahu persisnya (jumlah kasus Covid-19 yang tak terlaporkan), tapi banyak. Jadi industri yang tidak melaporkan tau-tau udah banyak gitu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan terdapat enam wilayah di Jabar masuk ke dalam zona merah pekan ini. Dia menyoroti Kabupaten Karawang yang telah bertengger selama lima pekan di zona merah.

"Dengan berat hati saya sampaikan Karawang masih dalam zona merah jadi ini sudah lima minggu berturut-turut," ungkapnya di Mapolda Jabar, Senin (11/1/2021).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar