Medis: Sebagian Besar Pasien Long Covid-19 Alami Masalah Pernafasan

  Senin, 25 Januari 2021   Republika.co.id
Ilustrasi pasien Covid-19 (Pixabay)
JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, tidak bisa langsung terlepas begitu saja dari efek samping virus corona. Banyak pasien long covid-19 yang masih memiliki permasalahan berkaitan dengan corona yang mengganggu kondisi tubuh.
 
Kepala Utama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menjabarkan seperti apa kondisi pasien long covid-19 berdasarkan beberapa pasiennya. Meski Agus mengaku, di Indonesia, belum ada data baik dari kementerian, satgas, atau pendidikan, mengenai jumlah pasien long covid-19. 
 
“Kalau dilihat dari berbagai pasien yang sering kontrol, dan pasien saya, memang sebagian besar itu terasa letih. Lalu nafasnya belum plong, tidak seperti sebelum sakit. Bahkan pada beberapa kondisi ketika beraktivitas nafas terasa ngos-ngosan,” ungkap Agus.
 
Sekadar informasi, pasien long covid-19 adalah pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan mendapatkan hasil negatif dari tesnya. Akan tetapi kebanyakan pasien ini masih mengalami dua hal itu meski telah dinyatakan terlepas dari paparan virus corona. Long covid-19 juga, kata Agus, ada yang menetap jika memang sejak awal pasien dalam keadaan sudah kritis akibat penyakit bawaan.
 
Menurutnya, pasien covid-19 yang khususnya menjalani rawat inap apalagi sampai di ICU, sebaiknya terus dilakukan fungsi organ secara berkala. Pasalnya jika didiamkan, bisa lebih parah. Apalagi dalam beberapa kasus, menurut Agus, covid-19 bisa memengaruhi kinerja otak.
 
Hal itu dikarenakan virus corona masuk melalui saluran nafas lalu ke paru. Agus menyampaikan, di dalam paru terdapat Reseptor ACE2 dan tidak hanya ada di paru, tapi ada juga di ginjal, lambung, juga pembuluh darah yang alirannya hingga masuk ke otak.
 
“Kalau virus banyak menempel di pembuluh darah, itu bisa alami gangguan otak, delirium, sakit kepala, halusinasi, itu bisa saja muncul, bahkan bisa kejang-kejang. Malah saya ada teman yang sampai mengalami gangguan daya ingat,” ungkap Agus.
 
"Pascacovid, temannya itu tiba-tiba tidak ingat apa saja yang terjadi selama di rumah sakit. Bisa saja itu terjadi karena menempel di sistem saraf pusat, tergantung area mana yang terkena. Penanganannya pun tergantung derajatnya tadi. Kalau kena sistem saraf, ada dari teman-teman neurologi untuk terapi,” ungkap dia.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar