Pandemi Perparah Gangguan Kecemasan Wanita Hamil

  Jumat, 12 Maret 2021   Suara.com
ilustrasi -- ibu hamil (Pixabay)

PURAWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Sebuah survei online yang dilakukan di Jepang menemukan fakta bahwa wanita hamil mengalami gangguan kecemasaan yang lebih parah saat pandemi Covid-19. Hasil temuan ini dipublikasikan di Journal of Affective Disorders Reports.

“Pandemi telah mengubah lingkungan sosial wanita hamil dan pasien yang menjalani perawatan kesuburan,” kata psikolog klinis Universitas Tohoku, Koubon Wakashima, seperti dilansir dari Healthshots.

Pembatasan yang diterapkan di Jepang membuat wanita hamil tidak dapat mengikuti kelas parenting atau melakukan perjalanan ke rumah orangtua mereka untuk mendapat bantuan persalinan.

Wakashima dan rekannya di Tohoku University, Hokkaido University, dan National Foundation of Brief Therapy memposting survei di beberapa situs kehamilan dan kesuburan menjelang akhir Mei hingga awal Juni 2020. Hampir 300 wanita hamil dan 13 wanita yang menjalani perawatan kesuburan mengikuti survei tersebut.

Analisis survei mengungkapkan bahwa wanita hamil di Jepang memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Tingkat kecemasan ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan akan monitoring kesehatan mereka sendiri.

Wanita hamil yang menganggap layanan jejaring sosial sebagai sumber informasi penting mengungkapkan bahwa tingkat kecemasan mereka lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih menyukai koran dan TV sebagai sumber informasi.

Para peneliti kemudian membandingkan hasil survei mereka dengan hasil survei serupa yang dilakukan di Iran, dan menemukan bahwa wanita hamil di Jepang menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil di Iran.

Para ilmuwan mengakui bahwa penelitian mereka memiliki beberapa keterbatasan, misalnya, kemampuan untuk menilai hubungan kausal yang ketat antara kecemasan dan berbagai perilaku saat menghadapi masalah, dan kurangnya informasi rinci tentang konten media yang diakses perempuan tersebut.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa peningkatan komunikasi sangatlah penting karena dapat membantu ibu hamil mengatasi perasaan cemas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar