Yamaha

Anggota Polisi Polres Purwakarta Sukses Geluti Usaha Ayam Petelur. Omzetnya 10 juta per Bulan

  Sabtu, 10 April 2021   Dede Nurhasanudin
Aipda Lili Abdulah saat mengecek ayam petelur miliknya

BABAKANCIKAO, AYOPURWAKARTA.COM -- Terjun ke dunia usaha dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh anggota polisi Polres Purwakarta. Meski telah memiliki penghasilan tetap, ia tak kenal menyerah dalam meniti dunia usaha.

Adalah Lili Abdulah anggota Bhayangkara berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu sukses mengembangkan usaha ayam petelur hingga meraup untung jutaan rupiah per bulan. Ia mengaku memulai terjun ke dalam usaha ayam petelur sejak 2017 dengan modal awal sebesar Rp15 Juta.

Uang sebesar itu diperuntukkan membangun kandang ayam juga membeli 150 ekor ayam petelur untuk memulai usaha yang ia pelajari secara otodidak itu.

Atas ketekunan yang ia miliki, dalam kurun waktu kurang lebih 5 tahun memiliki 1.000 ekor ayam petelur yang mampu menghasilkan paling sedikit 900 butir telur setiap hari, dengan pendapatan diperkirakan Rp300. 000 per hari. "Kalau dirata-ratakan setiap hari itu paling 45 Kilogram sampai 50 Kilogram telur ayam," kata dia saat ditemui di peternakan ayam petelur miliknya di Kampung Ciasem, Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (10/4/2021).

Hasil dari penjualan ayam petelur itu, ia mengaku memperoleh omzet Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan. Keuntungannya setidaknya dapat menambah penghasilan luar anggota polisi.

Untuk pemasaran telur, kata Lili, saat ini hanya dipasarkan di wilayah sekitar rumah dan tak jarang juga pelanggan datang langsung ke kandang. "Sekarang untuk penjualan alhamdulillah enggak sulit. Soalnya banyak pelanggan yang sampai rela menunggu dan datang ke kandang untuk mendapatkan telur ayam yang masih fresh. Berbeda pas awal-awal karena keterbatasan modal," kata ujar anggota polisi bertugas di Polsek Plered itu.

Ia mengaku dalam mengembangkan usaha ayam petelur tidak mengganggu tugas utamanya sebagai abdi negara karena ia dibantu mertua dan saudaranya. "Kalau yang ngurus sih dibantu mertua sama saudara. Bagian saya selepas piket atau ketika selesai kerja aja," ucap Aipda Lili.

Ia berharap usaha ternak ayam petelur miliknya ini bisa terus berkembang dan bisa lebih banyak lagi dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi, khususnya masyarakat setempat..

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar