Yamaha

Cerita Sukses Es Ciming, Es Legendaris Purwakarta

  Rabu, 28 April 2021   Dede Nurhasanudin
Yaya Surya saat menunjukkan Es Ciming.
PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Bagi warga di Kabupaten Purwakarta, mungkin tak asing lagi dengan minuman segar bernama Es Ciming. Es ini banyak diburu masyarakat terutama menjelang buka puasa di bulan Ramadan ini. Es Ciming merupakan salah satu minuman legendaris di Kabupaten Purwakarta. Sudah ada sejak 1970 dirintis oleh seorang pria bernama Ciming.
 
Awalnya es ini bernama Es Asia, tetapi untuk mudah diingat oleh masyarakat kemudian diputuskan untuk mengubah nama menjadi Es Ciming. "Makanan atau minuman itu kan banyak memakai nama pemiliknya. Jadi, es ini juga berubah nama menjadi Es Ciming agar mudah diingat para pelanggan. Dulu, Pak Ciming berjualannya pake gerobak. Kemudian, pada 1970 pindah ke sini," ungkap pelayan Es Ciming, Yaya Surya ditemui di warung Es Ciming di Jalan Jenderal Sudirman (Pasar Jumat) Kabupaten Purwakarta, Rabu (28/4/2021).
 
Ia bercerita, dalam merintis usahanya Pak Ciming selaku perintis sempat mengalami jatuh bangun sebelum dikenal masyarakat luas sekitar 1980 hingga tahun 2.000-an yang merupakan kejayaan Es Ciming. "Pada tahun 2.000-an sehari bisa habis banyak. Namun sekarang karena banyak saingan, sedikit turun. Sehari paling 50 porsi," kata dia.
 
Ia mengaku tetap mempertahankan kualitas dan ciri khas Es Ciming dari dulu hingga saat ini. Hal itu dilakukan sebagai daya tarik di tengah persaingan pasar dagang semakin ketat. "Di dalam Es Ciming ada cendol, kacang ijo, kelapa muda, juga cincau yang dicampur dengan susu dan gula pasir. Dan gula pasir yang kami gunakan gula pasir asli. Itu yang menjadi ciri khas yang tetap kami pertahankan," kata Yaya.
 
Es Ciming saat ini dikelola oleh Rudi Cahya yang tak lain adalah anak dari Pak Ciming sejak 2018. "Pak Rudi ini generasi kedua setelah ayahnya," ucap dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar