Hukum Ziarah Kubur saat Lebaran Idulfitri

  Kamis, 29 April 2021   Adi Ginanjar
Ilustrasi: Ziarah kubur saat menjelang Ramadan atau Lebaran Idulfitri

AYOPURWAKARTA.COM--Ziarah kubur menjadi tradisi sebagian besar umat Muslim di Indonesia saat bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran Idulfitri.

Bahkan orang rela melakukan perjalanan jauh hingga keluar kota untuk mengunjungi makam anggota keluarganya.

Lantas bagaimana hukumnya? Apakah ziarah kubur saat bulan Ramadan dan Idulfitri dianjurkan atau tidak?

Secara umum, ziarah kubur adalah amalan sunnah yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw.

Sulaiman bin Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw sabda:

"Dahulu saya pernah melarang kalian berziarah kubur, namun kini berziarahlah kalian! Dalam riwayat lain dikatakan, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, maka mayoritas ulama Ahlussunah Wal Jamaah menyebut hukum ziarah kubur adalah sunnah.

Artinya, melakukan ziarah kubur dapat mendapatkan pahala dan hikmah jika sesuai ketentuan-ketentuan syariat.

Imam Al-Hakim Al-Naisaburi menyatakan, "Ziarah kubur merupakan sunnah yang sangat ditekankan."

Namun hadis tersebut tidak menekankan kapan waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan ziarah kubur.

Ziarah Kubur Masuk Amalan Kebaikan

Ziarah kubur termasuk amalan kebaikan yang tidak terikat waktu, bisa dilakukan kapan saja, kecuali ada dalil yang membatasinya.

Ziarah kubur bisa dilaksanakan kapan saja bergantung kepada masing-masing orang dan tentunya sesuai dengan kebutuhan. Termasuk melakukannya di saat bulan Ramadan atau pun Idulfitri.

Meskipun kita hanya berziarah pada waktu-waktu tersebut setiap tahun, tapi sebaiknya tidak ada niat mengkhususkan waktu tersebut sebagai waktu yang baik untuk berziarah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar