Yamaha

Wajib Coba! Ini 3 Kuliner Unik Olahan Peuyeum Khas Purwakarta

  Kamis, 29 April 2021   Dede Nurhasanudin
Colenak Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

SUKATANI, AYOPURWAKARTA.COM -- Singkong merupakan bahan makanan yang mudah ditemui di Purwakarta. Salah satu penganan yang sering dibuat dari singkong adalah tapai atau yang dikenal dengan sebutan peyeum di tengah masyarakat Sunda.

Jika berkunjung ke Purwakarta, jangan lupa membeli peuyeum atau makanan olahannya. Berikut Ayopurwakarta.com rangkum camilan olahan peuyeum yang wajib dicoba.

Tapai Bendul

Bendul diambil dari nama kampung yang berada di Desa/Kecamatan Sukatani, tempat oleh-oleh khas Purwakarta itu diproduksi. Di wilayah tersebut banyak terdapat industri rumahan dan penjual tapai.

bendul

Kios tapai Bendul di Sukatani. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

Tapai bendul memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik pembeli. Selain kenyal, tapai bendul juga memiliki rasa yang berbeda dengan tapai lain, sebab singkong yang digunakan berkualitas baik.

Para penjual tapai di Bendul rata-rata meneruskan usaha orang tuanya.

Colenak

Colenak berasal dari singkatan "dicocol enak". Makanan ini berbahan dasar singkong yang dijadikan tapai, kemudian diolah kembali dengan cara digoreng atau dibakar. Setelah itu colenak dihidangkan lalu dilumuri kelapa parut, cairan gula merah, dan ditaburi kacang tanah sebagai bumbu tambahan.

Makanan berpenampilan sederhana ini cukup menarik konsumen baik dalam maupun luar Purwakarta. Apalagi rasanya cukup memberikan sensasi luar biasa di lidah.

20190626-103601

Colenak Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

Oleh-oleh ini pun banyak dijual di sepanjang Jalan Raya Sukatani dan biasanya dijajakan satu paket dengan peuyeum bendul. Biasanya oleh-oleh ini banyak diburu oleh wisatawan dari Bandung Barat atau sekitaran Waduk Cirata.

Simping Peyeum

Simping merupakan salah satu oleh-oleh khas Purwakarta yang sudah ada sejak lama. Camilan renyah berbentuk bulat pipih dengan rasa yang gurih ini banyak digemari masyarakat dari semua kalangan.

Hal itu mendorong Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta terjun mengolah simping dengan berbagai varian rasa, salah satunya rasa tapai.

simping

Simping Mis Barman rasa peuyeum. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

Keunggulan simping “Mis Barman” ini tidak menggunakan pewarna ataupun pemanis buatan, melainkan sesuai rasa simping itu sendiri. Pemasarannya memanfaatkan media sosial bahkan tidak sedikit pula pembeli langsung datang ke tempat produksi.

Simping ukuran 160 gram dihargai Rp10.000 per bungkus. Sementara yang 1 kg dihargai Rp70.000.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar