Yamaha

Dampak Larangan Mudik, Pengelola, Sopir, dan Kernet Bus Menjerit . Pendapatan Mereka Turun!

  Kamis, 29 April 2021   Dede Nurhasanudin
Bus Primajasa hendak berangkat ke arah Bandung setelah mangkal di Terminal Ciganea
PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Larangan mudik membuat pengelola transportasi bus menjerit karena jumlah penumpang turun drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Mereka mengaku kondisi ini dirasakan setelah aturan larangan mudik diumumkan pemerintah sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19. "Sangat terasa sekali penurunanya. Purwakarta-Jakarta atau sebaliknya satu bus paling banyak membawa 10 penumpang," ungkap salah seorang pengurus PO Bus Warga Baru, Yaya saat ditemui di Terminal Ciganea, Kamis (29/4/2021).
 
Menurutnya, penurunan terjadi karena kebanyakan para penumpang merasakan ketakutan tidak sampai tujuan setelah ada aturan larangan mudik. Kondisi ini otomatis berdampak pada keuntungan yang diperoleh setiap hari baik pengelola maupun pengemudi juga kernet bus. "Tetap beroperasi paling tidak ada penghasilan meski kecil," ujar Yaya.
 
Ia mengaku operasi bus terakhir sampai 5 Mei 2021 sebelum larangan mudik diberlakukan terhitung 6 sampai 17 Mei 2021. "Dari 6 Mei libur total karena sudah ada pengumumannya. Sekalipun nanti ada perubahan, sepertinya penumpang tidak ada," keluh dia.
 
Hal serupa juga diungkapkan oleh pengemudi Bus Primajasa, Suheli mengaku penurunan mulai terasa sejak ada pengumuman larangan mudik. "Yah, sama jumlah penumpang turun drastis, dan 6 Mei nanti kami juga tidak beroperasi," singkat dia.
 
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar