Yamaha

Pegawai Dinas Pendidikan Purwakarta Berbagi Beras 17,5 Ton

  Kamis, 29 April 2021   Dede Nurhasanudin
Kepala Dinas Pendidikan Purwanto (kanan) bersama Bupati Purwakarta (kiri) dalam kesempatan bagikan beras hasil rereongan. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengumpulkan 17,5 ton beras hasil rereongan para pegawai yang berada di lingkungan dinas tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan, beras hasil rereongan ini sifatnya sukarela kesadaran masing-masing. Beras ini kemudian dibagikan secara serentak kepada para pelajar yang dianggap kurang mampu.

"Sebagai bentuk amaliah, kegiatan seperti ini sudah menjadi tradisi yang masih dipertahankan oleh keluarga besar Dinas Pendidikan. Kini, sudah terkumpul 17, 5 ton beras," kata Purwanto, Kamis 29 April 2021.

Ia mengaku mempunyai program bertajuk Beras Kaheman. Sebelum pandemi, program ini rutin bergulir setiap bulannya. Masyarakat di sekitar lingkungan sekolah menjadi prioritas utama sasaran program ini.

"Namun, karena pandemi, program itu sempat terhambat, sekarang alhamdulilah digalang kembali dalam rangka amaliah ramadan. Ditambah, menyambut malam Nuzulul Quran yang penuh kemuliaan," kata dia.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengapresiasi keluarga besar Dinas Pendidikan Purwakarta yang telah secara sukarela mengumpulkan begitu banyak bantuan untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Ia berharap hal ini menjadi teladan dan contoh bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya amaliah.

"Dinas Pendidikan Purwakarta terus mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami dan menghayati ilmu, tapi juga mengamalkannya," kata Anne dalam kesempatan yang sama.

Disinggung sekolah tatap muka, Anne mengatakan akan membuka sekolah tatap muka dengan protokol Covid-19 pada pada tahun ajaran baru.

Namun sebelum tahun ajaran baru Dinas Pendidikan Purwakarta untuk ada satu kecamatan di Purwakarta yang lebih dulu membuka sekolah tatap muka.

Hal tersebut dilakukan sebagai percontohan sebelum sekolah tatap muka dibuka secara keseluruhan pada tahun ajaran baru pada pertengahan 2021 mendatang.

"Rencananya sekolah tatap muka akan lebih dulu dibuka di Kecamatan Sukasari dengan pertimbangan wilayah tersebut memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang rendah," ujar Anne.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar