Yamaha

Sebar Hoax Babi Ngepet, Ternyata Ustaz Adam Beli Babi via Online Rp 900 Ribu

  Kamis, 29 April 2021   Suara.com
Ustaz Adam pelaku penyebar berita hoax babi ngepet di Depok saat berada di Polres Metro Depok, Kamis 29 April 2021. (suara.com)

DEPOK, AYOPURWAKARTA.COM -- Ustaz Adam Ibrahim, penyebar berita hoax babi ngepet di Bedangan, Depok, ternyata membeli babi hutan via online.

Dalam pengungkapan kasus di Polres Metro Depok, Ustaz Adam mengaku membeli babi tersebut seharga Rp 900 ribu.

Ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. Lalu ia membuat skenario penangkapan bersama orang lainnya.

"Babinya dikirim melalui jasa pengiriman tepat pada jam 22.55 WIB. Babi itu baru datang dan dilepas di depan rumah saya," ujarnya, Kamis 29 April 2021.

"Dilepas dan kita menunggu babi itu sampai datang, karena dari posisi yang dilepas sangat mudah bagi babi itu untuk jalan ke titik yang disiapkan," tambahnya.

Ustaz Adam mengaku khilaf dan meminta maaf atas perbuatannya membuat berita hoax babi ngepet di Depok.

Dia mengaku awalnya hanya berniat menyelesaikan persoalan karena ada warga yang mengeluh kehilangan uang Rp 1-2 juta.

"Saya akuin itu adalah salah yang sangat fatal. Ini hanya rekayasa pribadi saya sendiri, hanya untuk menyelesaikan apa yang disolusikan kepada saya,” tuturnya.

Sementara itu, pengurus RW 04 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, tidak mengetahui penangkapan Ustaz Adam oleh polisi soal penyebaran berita hoax babi ngepet.

"Saya belum kasih jawaban, saya tahu sudah viral di media sosial. Karena posisi saya kerja," kata Ketua RW 04 Bedahan Abdul ketika dikonfirmasi.

Terkait penangkapan dan penetapan Ustaz Adam sebagai tersangka penyebar berita hoax babi ngepet, Abdul mengaku baru mengetahuinya di media sosial.

Terkait sosok Ustaz Adam, ia mengaku tidak mengenal betul. Namun sebagai ketua lingkungan mengetahui Adam tinggal di lingkungan RW 04.

"Dia ngontrak. Aslinya Kampung Perigi dan bentuk majelis taklim," kata Abdul.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar