Yamaha

Untuk Raih Malam Lailatul Qadar, Apa yang Mesti Dilakukan di 10 Malam Terakhir Ramadan?

  Senin, 03 Mei 2021   Redaksi Ayopurwakarta
Ilustrasi salat dan berdoa.

Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

AYOPURWAKARTA.COM – Disebutkan dalam Al-Qur’an, keutamaan malamLailatul Qadar lebih besar dan indah dibandingkan seribu bulan. Lailatul Qadar adalah malam ketetapan atau malam kepastian tentang qadar atau ukuran rezeki manusia.

Pada malam itu, Allah menetapkan dan menentukan nasib seseorang untuk periode setahun yang akan datang. Ini menunjukkan betapa istimewanya malam Lailatul Qadar. Karena keistimewanya, Allah pun merahasiakan kapan ia turun.

Hadis Nabi mengisyaratkan malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir, pada malam-malam ganjil sebagaimana ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Intailah Malam Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain lewat Ibn Abbas dikatakan, Nabi Saw. bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan di hari tinggal sembilan, atau tinggal tujuh, atau tinggal lima, (yaitu tanggal 21, 23, dan 25 Ramadan)." (HR Al-Bukhari)

Malam yang Dirahasiakan Kedatangannya

Malam Lailatul Qadar ini tidak dapat diketahui secara pasti datangnya (hari ke berapa?). Yang pasti, ia akan muncul dalam bulan Ramadan. Oleh karena itu, setiap Muslim harus berusaha mencari di setiap malamnya.

Kerahasian itu menjadi hikmah terbesar bagi umat Islam. Setiap muslim akan bersungguh-sungguh beribadah menunggu malam Lailatul Qadar datang. Ia terlecut untuk beribadah secara sungguh-sungguh karena bobot malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Di samping itu, dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah.

Sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut: diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Saw. ia bersabda: "Barang siapa yang beribadah pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari)

Apa yang Harus Dilakukan di 10 Malam Terakhir?

Tentu saja Lailatul Qadar tidak bisa diraih hanya dengan duduk berdiam diri. Memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an dan berzikir adalah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Sebuah hadis mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Pada malam inilah seorang Muslim dianjurkan untuk beribadah dan memohon pada Allah untuk mendapatkan martabat yang baik. Hal inilah yang membuat Rasulullah Saw. sangat berwaspada pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Dengan harapan mendapatkan malam qadar yang ditempuh dengan cara beriktikaf.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar