Yamaha

Belum ke Purwakarta jika Tidak Mencicipi Kuliner ini

  Rabu, 05 Mei 2021   Redaksi Ayopurwakarta
Sate Maranggi Purwakarta. (Ayobandung.com)

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM – Kabupaten Purwakarta merupakan surganya para pencinta kuliner. Siapa tak kenal Sate Maranggi yang kelezatannya betigu masyhur itu? Sehingga, banyak orang dengan sengaja naik kereta api hanya sekadar untuk berburu sate marangggi yang legendaris itu.

Bagi Anda yang berkunjung ke Purwakarta, sebenarnya kulinernya bukan hanya sate maranggi, tak lengkap rasanya jika ke Purwakarta Anda tak mencicipi kuliner di bawah ini dan pulangnya menenteng oleh-oleh khas Purwakarta.

Sate Maranggi
Gampang sekali menemukan kuliner legendaris sate maranggi. Sate maranggi  mudah ditemukan di berbagai sudut Purwakarta. Dari sekian banyak tempat, Kampung Maranggi atau Wisata Kuliner Sate Maranggi berlokasi di Kecamatan Plered bisa menjadi rekomendasi.

Semua pedagang di sana menjajakkan sate maranggi sehingga memudahkan bagi Anda memilih lokasi favorit untuk menikmati makanan ini bersama keluarga. Surga wisata kuliner ini berlokasi di jantung kota, tepatnya depan Kantor Kecamatan Plered atau di samping halaman Stasiun Kereta Api Plered.

Salah seorang pedagang sate maranggi di Kampung Maranggi, Usman (45) mengatakan, lokasi ini sangat cocok untuk menikmati Sate Maranggi. Meski dihuni puluhan penjual sate maranggi, tempatnya bersih dan nyaman. Tidak perlu khawatir soal kehigienisan sate maranggi di sini. Tersedia juga sup sapi sebagai pelengkap.

Setiap hari, Kampung Maranggi tak pernah sepi pengunjung. Jumlahnya akan meningkat di hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Di hari biasa, pedagang mampu menjual tak kurang dari 300 tusuk. Jumlah tersebut akan meningkat tiga kali lipat bahkan lebih jika ramai.

cobek-maranggi

Cobek Ikan Si Zalu

Cobek Ikan Si Zalu berlokasi di Kampung Parakalan Salam, Desa Parakan Salam, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Konsep Rumah Makan Si Zalu cukup sederhana, menyulap perbukitan kemudian dijadikan tempat makan di alam terbuka.

Siapa saja yang berkunjung ke sana akan merasakan kenyamanan, apalagi pemandangan alamnya masih asri, ditambah embusan angina sepoy-sepoy yang menyegarkan sangat menggugah selera makan.

Selain menyediakan menu utama, sate maranggi, pemilik rumah makan juga menyediakan menu lain yang menjadi andalannya, yaitu cobek ikan yang harus Anda coba kenikmatannya.

Cobek ikan ada dua pilihan rasa. Pertama, cobek ikan bening. Kedua, adalah cobek ikan kacang. Jenis ikannya ada ikan nila dan gurame. Pengunjung tinggal pilih mau yang mana.

Adapun harga cobek cukup variatif tergantung ukuran ikan yang pilih, mulai Rp85.000-Rp90.000 untuk cobek ikan gurame dan Rp50.000-Rp55.000 cobek ikan nila.

soto-sadang

Soto Sadang Lama
Soto Sadang Lama berlokasi Jalan Raya Sadang atau tepatnya di bawah jembatan layang Sadang. Soto Sadang Lama ini memiliki lima varian soto, yaitu: soto daging, soto ayam, soto kaki sapi, soto babat, dan soto campur.

Adapun harga satu porsi Soto Sadang Lama cukup terjangkau, yaitu Rp35.000 belum termasuk nasi.

Kuahnya ada bening ada juga santan. Kalau bening, lebih segar. Kalau mau gurih, lebih ke santan.

Dalam satu hari, warung Soto Sadang Lama mampu menjual sekitar 50 porsi Soto. Jumlah tersebut dapat meningkat di hari libur seperti Sabtu dan Minggu.

surabi-gapura

Surabi Gapura Kang Dyan
Untuk Anda yang suka surabi, Surabi Gapura Kang Dyan yang berlokasi di Kampung Cikopak Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta bisa menjadi pilihan. Surabi Gapura Kang Dyan menyajikan sejumlah rasa yang siap memanjakan lidah Anda.

Dyan Rusdiana (37) pemilik surabi Gapura Kang Dyan mulai melirik peluang usaha makanan rakyat, yakni menjadi penjual surabi ini sejak 2011. Awalnya, dia hanya menyajikan Surabi tanpa tambahan topping apa pun, alias original. 

Seiring berjalannya waktu, ia mencoba membuat ide resep baru. Yakni, dengan membuat beragam varian rasa dan ternyata banyak yang suka.

Ia mengaku, surabinya ini tak hanya disukai kalangan milenial. Tapi, kerap dipesan oleh para pejabat untuk acara kedinasan. Bahkan, surabinya saat ini juga sudah dikenal hingga mancanegara. 

Kue surabi buatannya ini dibuat dengan beragam varian rasa dan telah bertransformasi dengan berbagai topping kekinian yang mengugah selera. Sebut saja, Surabi Fla Durian, Surabi Cokelat Keju Susu, Surabi Ayam Mayonaise, Surabi Abon Sosis, dan ratusan varian lainnya. 

Kian hari, omzet yang didapatnya terus meningkat. Setiap hari dirinya membuat adonan untuk 200 porsi lebih. Untuk harga, yang termurah dibandrol Rp5.000 dan termahal Rp15.000.

simping

Simping
Siapa yang tidak kenal dengan panganan yang satu ini? Simping, kuliner sekaligus oleh-oleh legendaris khas Purwakarta yang hingga saat ini masih menjadi primadona baik bagi para wisatawan maupun warga lokal.

Salah satu pemilik usaha simping Kaum “Nikmat 49”, Andri, mengungkapkan banyak warga asal Purwakarta ataupun wisatawan yang berbelanja simping untuk dijadikan oleh-oleh. Ia menambahkan, tidak sedikit pejabat pemerintahan yang membeli simping untuk dijadikan oleh-oleh saat melakukan perjalanan dinas.

Agar tak tertinggal zaman, produsen simping menambah variasi rasanya. Jika dulu hanya ada dua rasa yaitu asin dan manis, sekarang terdapat rasa durian, nangka, nanas, stroberi, kencur dan bawang.

Andri menyebutkan meski produksi dan penjualan Simping menjamur, usahanya tetap laris manis. "Alhamdulillah, penjualan masih ramai mau di hari biasa maupun libur akhir pekan," ungkap Andri.

Ia menambahkan meskipun termasuk makanan daerah, tapi hingga saat ini simping masih memiliki penikmat setianya.

tape-bendul

Peuyeum (tape) Bendul
Bendul diambil dari nama kampung yang berada di Desa/Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta tempat di mana oleh-oleh khas Purwakarta itu diproduksi. Di wilayah tersebut banyak terdapat industri rumahan dan penjual tape.

Tape bendul memiliki ciri khas yang menjadi daya tarik pembeli, selain kenyal tape bendul juga rasanya berbeda dengan tape lain. Sebab singkong yang menjadi bahan dasar tape bendul berkualitas baik.

Tape bendul merupakan makanan khas Purwakarta sejak dulu. Para penjual tape di sini sebagian besar usaha turun-temurun yang tetap harus dipertahankan.

Untuk harganya, mulai dari harga Rp10-12 ribu per kilogram tergantung bagaimana pasokan dari pembuat tape bendul. Jika bahan dasar sulit diperoleh, harga tape pun akan naik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar