Yamaha

Banyak Makanan, Pola Makan Kacau. Waspadai Kesehatan Memburuk Setelah Lebaran!

  Senin, 10 Mei 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi makanan Lebaran. (Republika)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah tinggal menghitung hari. Setelah sebulan penuh berpuasa, beberapa orang mengaku merasakan tubuh lebih sehat, salah satunya berkat berat badan yang cenderung lebih terkontrol.

Tapi mirisnya setelah Ramadan, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan, bahkan angkanya melebihi dari sebelum Ramadan tiba. Kenapa bisa begitu ya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Eka Hospital dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD mengatakan dirinya tak merasa aneh dengan fakta tersebut. Hal itu lantaran adanya sebuah bukti dari penelitian yang pernah dilakukan di Saudi Arabia. "Hal ini jadi paradigma bahwa ternyata mungkin ada perubahan pola makan, perubahan aktivitas yang terjadi di antara Ramadan dan pasca Ramadan sehingga berat badan akan berpengaruh," ujar dr. Rudy dinukil dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com).

Ia mengatakan bagaimana selama Ramadan masyarakat justru memiliki pola makan teratur, karena ada jam berbuka puasa, jam makan malam dan waktu sahur. "Rata-rata sudah ada pakemnya tapi setelah Ramadan, katakanlah jadi bebas," ungkapnya.

Apalagi setelah Ramadan selesai, saat hari raya diperparah dengan aneka sajian makan makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Makan seperti kue kering, opor, rendang, ketupat, dan sebagainya.

Diperparah makanan ini biasanya dibuat dalam jumlah besar, sehingga butuh waktu hingga berhari-hari untuk menghabiskannya. Alhasil jadilah berat badan berlebih. "Padahal BMI atau indeks masa tubuh atau berat badan rerata turun, di bulan Ramadan, pada kondisi orang dengan obesitas," ungkap dr. Rudy. 

Saat berat badan sudah berlebih, bahkan cenderung obesitas yang ditakutkan adalah memicu kekambuhan berbagai penyakit kronik seperti kenaikan gula darah yang memicu diabetes, kolesterol tinggi memicu stroke dan penyakit jantung. "Tentunya berat badan ini akan berpengaruh terkait dengan diabetesnya dan beragam penyakit metabolik lainnya," pungkas dr. Rudy. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar