Yamaha

Adab dan Tata Cara Merayakan Hari Raya Idulfitri

  Rabu, 12 Mei 2021   Redaksi Ayopurwakarta
Ilustrasi salat Idulfitri.

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM – Pemerintah melalui Sidang Isbat yang dilakukan Kementerian Agama, Selasa, 11 Mei 2021 menetapkan 1 Syawwal 1442 H. jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

Keputusan Sidang Isbat ini membuat Idulfitri akan dirayakan bersama antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal pada Kamis, 13 Mei 2021.

Berikut adalah adab dan tata cara merayakan Idulfitri, dirangkum dari berbagai sumber dan Manhaj Salaf:

1. Diwajibkan bagi kaum muslim untuk berzakat fitrah apabila telah terbenam matahari di hari terakhir Ramadan sampai sebelum salat Idulfitri. Mengeluarkan zakat fitrah sebelum menuju lapangan salat Id adalah waktu yang utama mengeluarkan zakat fitrah.

2. Memperbanyak takbir. Beberapa Ketentuan dalam bertakbir:

  • Waktu mulai bertakbir adalah sejak terbenam matahari di akhir Ramadan sampai selesai khutbah Idulfitri.
  • Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju salat Id.
  • Adapun kalimat-kalimat takbir maka terdapat beberapa atsar dari sahabat, di antaranya:

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ.

Ini juga yang teriwayatkan dari Umar dan Ali Radhiallahu ‘anhuma.

Dalam salah satu riwayat dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلله ِالْحَمْدُ.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhuma:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ، اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

Dari Salman Radhiyallahu anhu:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً.

3. Disunnahkan mandi sebelum berangkat salat.

4. Memakai pakaian terbaik dan minyak wangi. Untuk wanita, dilarang memakai wewangian dan hanya boleh dipakai untuk suaminya.

5. Menyantap makanan sebelum berangkat salat Idulfitri. Disunnahkan makan kurma dalam jumlah ganjil minimal 3 butir sebelum keluar menuju salat Idulfitri.

6. Pergi menuju lapangan tempat pelaksanaan salat Id. Lebih utama melaksanakan salat Id di tanah lapang ketimbang di masjid. Karena Rasulullah tidak pernah melaksanakan salat Id di dalam masjid kecuali saat hujan. Dibolehkan untuk melakukannya di masjid bila tidak menemukan tanah lapang.

7. Bagi kaum wanita, untuk keluar menuju salat dan kutbah Id dengan tanpa tabarruj (menampakan kecantikan) dan tanpa mengenakan wewangian.

8. Dianjurkan juga bagi anak-anak untuk ikut keluar menuju tempat salat dan khutbah Id.

9. Melaksanakan salat Id.

10. Mendengarkan khutbah.

11. Mengambil jalan lain ketika berangkat dan pulang. Di antara hikmahnya adalah untuk menampakkan syiar Islam di hari raya.

12. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat salat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat.

13. Tidak disunnahkan salat sunnah apa pun sebelum dan sesudah shalat Id, kecuali apabila salat Id dilaksanakan di masjid, maka disunnahkan salat tahiyyatul masjid apabila salat Id belum dimulai.

14. Bagi yang tertinggal salat Id bersama jamaah, maka hendaknya dia mengqada (mengganti)-nya, dengan tata cara yang sama sebanyak dua rakaat.

15. Bersenang-senang dan bergembira dengan mengadakan pesta atau permainan yang halal/mubah di hari raya dan diizinkan bagi anak kecil perempuan yang belum baligh untuk menyanyi dengan menggunakan satu-satunya alat musik yang dibolehkan dalam syari’at, yaitu rebana.

16. Menjauhkan diri dari bermain petasan atau kembang api atau hal sia-sia yang lainnya.

17. Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar'i berdasarkan sabdanya:

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

"Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya."

18. Tetap menjaga salat lima waktu.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar