Kemenkes Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pascalebaran

  Selasa, 18 Mei 2021   Nur Khansa Ranawati
Tenaga Kesehatan.

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus dan mutasi COVID-19 yang ditemukan di daerah. Menkes RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, momen libur panjang seperti libur lebaran dapat memunculkan lonjakan kasus COVID-19 sebanyak 30 hingga 80 persen.

Oleh karenanya, Kemenkes memastikan ketersediaan tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 masih memadai. Hingga saat ini, terdapat total 70 ribu tempat tidur dengan keterisian mencapai 20 ribu. "Jadi, masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi," ujar Menkes Budi dalam jumpa pers virtual di YouTube Sekretariat Presiden usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 17 Mei 2021. 

Adapun untuk ICU, Menkes Budi menyebut, Indonesia memiliki 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19. Hingga kemarin, yang sudah terisi sebanyak 2.500 kamar. "Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh," kata Menkes.

Dia juga memastikan obat-obatan dan kesiapan tenaga kesehatan telah diantisipasi. 

Terkait ditemukannya dua mutasi baru virus Corona di Jawa Timur, Budi meminta semua pihak terkait di tingkat daerah hingga pusat untuk memastikan peningkatan pelacakan terhadap pasien positif COVID-19. Dua mutasi virus tersebut teridentifikasi berasal dari Afrika Selatan dan yang lainnya dari London yang dibawa pekerjaan migran Indonesia yang datang dari Malaysia. "Tingkat penularan dari dua mutasi virus ini lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelumnya," katanya.

Selain itu, Budi secara khusus juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

Jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya 3T (tracing, testing, dan treatment). Berdasarkan panduan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, rasio tes minimal adalah satu per seribu orang per minggu untuk setiap unit terkecil, sehingga untuk Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa harus dilakukan sekitar 40 ribu tes Covid-19 dalam satu hari.

“Protokol kesehatan dan protokol PPKM Mikro harus terus dijalankan, terutama terkait penggunaan masker. Tracing-nya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam, dan testing–nya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya, tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru,” ungkapnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar