Korban Pergerakan Tanah di Kampung Cirangkok Purwakarta Belum Punya Tempat Tinggal

  Senin, 24 Mei 2021   Dede Nurhasanudin
Rumah milik warga rusak akibat pergerakan tanah di Kampun Cirangkong, Pasanggrahan, Purwakarta yang terjadi beberapa bulan lalu. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

TEGALWARU, AYOPURWAKARTA.COM -- Warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta masih tinggal di tempat pengungsian sejak peristiwa terjadi beberapa bulan lalu.

Kepala desa setempat Yadi Supriyadi mengatakan, warga saat ini sudah tidak tinggal di tenda darurat melainkan di tempat pengungsian rumah hunian sementara milik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) dan gedung Sekolah Dasar 1 Pasanggrahan.

"Sampai sekarang mereka belum miliki tempat tinggal tetap, untuk pembangunan rumah katanya masih diproses di BNPB pusat," kata dia, Senin 24 Mei 2021.

Adapun jumlah warga terdampak pergerakan tanah ini sebanyak 150 kepala keluarga, 79 di antaranya mengungsi sementara sisanya memilih tinggal di rumah masing-masing karena masih bisa ditempati meski mengalami kerusakan.

"Saat ini masih ngungsi karena rumah rata dengan tanah. Sebetulnya kami khawatir kepada warga yang menempati rumah karena lokasinya berada di zona merah pergerakan tanah," kata dia.

Ia mengaku khawatir pergerakan tanah kembali terjadi apalagi beberapa hari ini hujan kembali turun dengan intentisas tinggi.

Dia berharap bantuan segera terealisasi sehingga menempati tempat tinggal sementara tidak berkepanjangan.

"Kalau untuk kebutuhan makan dan minum alhamdulilah tersedia, karena banyak yang membantu dari berbagai pihak termasuk Pemkab Purwakarta, hanya saja kondisi ini jangan berlarut-larut, mereka harus segera mendapat tempat tinggal baru," ujar Yudi.

Diketahui, 120 rumah di Kampung Cirangkong, Desa Pasangrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah menyusul intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari pemerintah desa setempat, dari jumlah tersebut 79 rusak berat 41 rumah rusak ringan.

Pascabencana alam tersebut mereka terpaksa tinggal di tenda darurat tak jauh dari rumah mereka 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar