Pemkab Purwakarta Kesulitan Bangun Rumah Korban Pergerakan Tanah Cirangkong

  Rabu, 26 Mei 2021   Dede Nurhasanudin
Rumah milik warga rusak akibat pergerakan tanah di Kampun Cirangkong, Pasanggrahan, Purwakarta yang terjadi beberapa bulan lalu. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku kesulitan membangun rumah untuk korban pergerakan tanah di Kampung Cirangkong, Desa Panggrahan, Kecamatan Tegalwaru.

Selain kemampuan anggaran yang terbatas juga Pemkab Purwakarta tidak memiliki lahan di sana untuk merelokasi para korban pergerakan tanah.

"Kami sedang berupaya ke kementerian agar lahan milik Perhutani dapat digunakan, sesuai komitmen mereka dari awal akan memberikan lahannya untuk relokasi daripada warga terdampak pergerakan tanah," ujar dia, Rabu 26 Mei 2021.

Akan tetapi, hingga saat ini secara normatif maupun administratif Pemkab Purwakarta belum menerima apa yang telah menjadi komitmen sebelumnya.

Sehingga dikhawatirkan ketika sudah dilakukan pembangunan malah ada persoalan baru yang muncul.

"Jadi secara legal belum ada, jadi kita sedang menunggu itu, karena kami tidak punya lahan di sana, itu yang menjadi kendala selain anggaran kami terbatas untuk membangun semua rumah warga yang terdampak pergerakan tanah," kata Anne.

Diberitakan sebelumnya, warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta masih tinggal di tempat pengungsian sejak peristiwa terjadi beberapa bulan lalu.

Kepala desa setempat Yadi Supriyadi mengatakan, warga saat ini sudah tidak tinggal di tenda darurat melainkan di tempat pengungsian rumah hunian sementara milik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) dan gedung Sekolah Dasar 1 Pasanggrahan.

Adapun jumlah warga terdampak pergerakan tanah ini sebanyak 150 kepala keluarga, 79 di antaranya mengungsi sementara sisanya memilih tinggal di rumah masing-masing karena masih bisa ditempati.

"Jadi yang saat ini masih ngungsi itu rumahnya rata dengan tanah. Sebetulnya kami khawatir kepada warga yang menempati rumah karena lokasinya berada di zona merah pergerakan tanah," kata dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar