TPA Panembong Overload dan Limpahan Sampah Banjir Pamanukan Penyebab Masalah Sampah di Subang

  Jumat, 04 Juni 2021   Redaksi Ayopurwakarta
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si, menghadiri rapat dengar pendapat mengenai penanganan dan pengelolaan sampah bersama anggota DPRD.
SUBANG, AYOPURWAKARTA.COM --  Penyebab munculnya permasalahan sampah di Subang saat ini berawal dari kapasitas TPA Panembong yang overload dan limpahan sampah akibat banjir Pamanukan yang menimbulkan keadaan darurat sampah serta dikhawatirkan akan menimbulkan bencana yang lebih besar.
 
Oleh karena itu, sebagai solusi terbaik Pemda Subang mengambil langkah berupa pemindahan TPA. Dengan berbagai aspek dan pertimbangan, dipilihlah TPA Jalupang sebagai pengganti TPA Panembong. Demikian dipaparkan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si, saat menghadiri rapat dengar pendapat mengenai penanganan dan pengelolaan sampah bersama anggota DPRD komisi 3 dan kepala Dinas Lingkungan Hidup Rona Mairansyah, A.P, M.Si., Bertempat di ruang Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Subang, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Menurut Kang Asep, pengangkutan sampah ke Panembong memiliki berbagai kendala di antaranya terkait ritase pengangkutan yang lebih sedikit. "Truk Sampah bisa mengangkut sebanyak 3 rit, sementara ke TPA Jalupang hanya bisa 1-2 rit, inilah yang menyebabkan penumpukan sampah," ujarnya.
 
Kang Asep juga menyampaikan bahwa penanganan jangka pendek sampai Desember 2021 adalah dengan menambah armada, alat berat, dan menambah lintasi angkutan untuk mengimbangi sampah yg tidak terangkut. Sementara penanganan jangka panjang atau menengah harus mulai menggunakan pola teknologi modern setelah lengkapnya regulasi bersama pihak ke 3.
 
Sementara itu Kadis DLH Rona Mairansyah, A.P, M.Si. menyampaikan beberapa kendala dalam penanganan sampah di antaranya, yaitu keterbatasan alat sehingga pemindahan sampah dilakukan secara manual yang bisa menghabiskan waktu 3-4 jam untuk 1 truk. Masalah selanjutnya yaitu jalan Cimayasari yang penggunaannya dibatasi sampai jam 4 sore. "Meskipun bisa lewat melalui jalan lain, memerlukan jarak tempuh lebih jauh, yaitu selama 2 jam," tutur Rona.
 
Rona juga menyampaikan, permasalahan sampah ini bukan hanya masalah pemerintah saja, melainkan masalah kita bersama. Tugas masyarakat mengurangi sampah rumah tangga agar berkesinambungan dengan tugas pemerintah mengangkut sampah ke TPA. Turut hadir pada rapat tersebut, Plt asda 1 Tatang Supriatna S.iP, M.ipol, Asda 2 dr. H Nunung Syuhaeri, PLT Kadis Pertanian Dra. Nenden Setiawati M.Si dan perwakilan dari BP4D. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar