Cerita Kang Dyan Sukses Usaha Surabi Raup Omzet Jutaan Rupiah

  Jumat, 04 Juni 2021   Dede Nurhasanudin
Dian Rusdiana menunjukkan surabi rasa buah naga.
BABAKANCIKAO, AYOPURWAKARTA.COM -- Surabi Gapura Kang Dyan adalah salah satu camilan asal Kabupaten Purwakarta yang wajib dicoba. Surabi Gapura Kang Dyan sukses dikembangkan oleh pemiliknya yang bernama Dian Rusdiana.
 
 
Sebelum sukses mengembangkan usaha surabi, pria yang saat ini berusia 40 tahun itu sebelumnya berjualan urab jagung keliling menggunakan sepeda pada 2002 hingga 2008. "Kemudian berhenti berjualan dan menjadi linmas di salah satu perumahan. Tidak berselang lama saya memutuskan berjualan martabak di perumahan itu," kata dia, Jumat 4 Juni 2021.
 
Karena dirasa tidak ada perkembangan, pada 2011 pria akrab disapa Kang Dyan ini memutuskan sewa lapak untuk berjualan surabi di bahu jalan menggunakan gerobak hasil pinjaman uang dari bank. Pada waktu itu, varian rasa belum terlalu banyak bahkan omzet yang diperoleh juga paling besar Rp200.000 per hari.
 
Namun seiring tingginya permintaan konsumen, ia pun memberanikan diri membuka lapak jualan di depan rumahnya berlokasi di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta memanfaatkan lahan seadanya. "Pindah ke sini 2017 karena lapak jualan pada waktu itu mau dipakai oleh pemiliknya. Dinamai Surabi Gapura Kang Dyan dari 2012," kata Kang Dyan.
 
Alasan memilih berjualan surabi, ia mengaku karena adonan yang dibuat tidak jauh berbeda dengan martabak, usaha yang digeluti sebelumnya. Kang Dyan terus berinovasi menghadirkan varian rasa baru kemudian dipasarkan melalui media sosial untuk menarik para konsumen.
 
Varian rasa terakhir yang ia hadirkan adalah kurma dan buah naga. Saat ini, Gapura Surabi Kang Dyan memiliki 34 menu varian rasa dengan harga beragam mulai Rp6.000 hingga Rp18.000 per satu surabi. "Jadi, pengunjung tinggal pilih sesuai selera. Dari 34 rasa itu, rasa durian, alpukat, dan oncom paling banyak diminati," kata Kang Dyan.
 
Kini, Kang Dyan memperoleh omzet Rp2 juta pada hari biasa dan Rp4 juta di hari Sabtu dan Minggu hasil dari berjualan surabi, bahkan usaha yang ia kembangkan ini mampu menyerap tenaga kerja warga setempat. "Ada enam orang yang membantu melayani pembeli. Mereka warga sini," ujar dia.
 
Apa yang telah diraihnya saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan tidak pantang menyerah dalam mengembangkan usaha surabi hingga berada pada titik kesuksesan. "Yang paling utama dalam usaha itu adalah mental, tidak pantang menyerah juga keuleutan," ujar Kang Dyan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar