Yamaha

Kerupuk Miskin, Makanan Khas Purwakarta Yang Menyimpan Sejarah

  Rabu, 09 Juni 2021   Handy Dannu Wijaya
Kerupuk Miskin, Makanan Khas Purwakarta Yang Menyimpan Sejarah (Rifky Mubarok)

AyoPurwakarta.com - Kerupuk miskin atau melarat atau malarat kadang asing ditelinga. Jika ditanya mengenai makanan khas Purwakarta, kebanyakan orang pasti akan menjawab dengan sate maranggi, soto sadang ataupun es ciming. Tidak salah, namun sebenarnya Purwakarta masih memiliki banyak makanan khas lain yang juga tidak kalah menarik. Salah satunya adalah kerupuk miskin.

Kerupuk miskin atau kerap kali disebut kerupuk melarat atau malarat adalah olahan makanan yang dibuat dari tepung singkong dan biasanya digunakan sebagai buah tangan oleh para wisatawan yang baru selesai berwisata atau sekedar melewati Purwakarta

Panganan ini memiliki rasa gurih dan renyah sehingga menjadi ciri yang membedakannya dengan kerupuk pada umumnya. Nama kerupuk miskin yang unik bukan diberikan secara asal tanpa sebab. Konon kerupuk ini pertama kali dibuat ketika bangsa indonesia masih dijajah oleh belanda, sekitar abad 19 awal. 

Pembuatan Kerupuk Melarat

Ketidakstabilan ekonomi pada masa itu membuat harga kebutuhan-kebutuhan rumah tangga menjadi sangat mahal, termasuk minyak sebagai bahan dasar dalam menggoreng kerupuk. Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah yang mengalami kebuntuan pun akhirnya memutar akal, mereka memanfaatkan pasir yang biasanya tidak diperdulikan sebagai pengganti minyak. Siapa sangka, penggunaan pasir sebagai medium menggoreng itu memberikan rasa yang unik dan baru sehingga kerupuk pun memiliki rasa yang khas.

AYO BACA : 5 Kuliner Malam di Purwakarta Yang Enak

Meski pada pengolahan kerupuk miskin disebutkan menggunakan pasir, tidak berarti panganan ini menjadi tidak higienis. Sebelum digunakan, pasir gunung yang hendak dipakai akan disaring terlebih dahulu hingga hanya menyisakan pasir halus. Kemudian pasir halus itu akan dikumpulkan dan disangrai serta dijemur berulang kali hingga menjadi kering dan bersih.
Karena tidak menggunakan  minyak, kerupuk miskin cenderung tidak mengandung kolesterol sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. 

Namun kita tetap harus menyiapkan air minum karena sifat dari kerupuk miskin ini sendiri sangat kering. Apalagi cara paling lezat menikmati kerupuk miskin adalah dengan ditemani oleh sambal oncom.

Untuk pembuatannya, bahan-bahan kerupuk miskin seperti tepung singkong, bawang putih, bawang merah, pewarna makanan dan penyedap rasa dicampur menjadi satu. Adonan lalu diuleni dan dicetak kemudian dijemur sampai kering dibawah sinar matahari. Baru setelah benar-benar kering, adonan tersebut akan digoreng menggunakan pasir yang sudah dipanaskan diatas tungku pembakaran.

Bagi para wisatawan yang hendak menikmati  rasa yang unik dari kerupuk miskin dapat mendapatkanya dengan mudah karena makanan khas Purwakarta ini banyak di dijual di kedai oleh-oleh sepanjang jalan daerah Purwakarta. Wisatawan hanya perlu mengeluarkan uang Rp.5000 sampai Rp.20.000 per bungkus, tergantung dari ukuran dan kepandaian menawar. 

Meski daerah lain pun memiliki makanan yang cukup mirip, misalkan kerupuk melarat dari Cirebon, namun kerupuk miskin khas Purwakarta tetap memiliki keunikannya sendiri. Karena itu jika berjalan-jalan ke Purwakarta, jangan lupa menjadikan kerupuk miskin sebagai oleh-oleh untuk keluarga
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar