3 Penyakit Kulit Ini Berbahaya Bagi Anak, Apa Saja ?

  Selasa, 15 Juni 2021   Handy Dannu Wijaya
3 Penyakit Kulit Ini Berbahaya Bagi Anak, Apa Saja ?

Ayopurwakarta.com - Penyakit kulit pada anak kerap kali terlewat dan diabaikan karena merasa itu penyakit ringan. Karena itulah kulit sering mengalami kerusakan. Salah satu kerusakan yang sering dialami oleh kulit terutama oleh anak-anak adalah penyakit kulit. Penyakit kulit dapat diderita oleh semua umur, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Pada anak-anak, penyakit kulit adalah hal yang sering terjadi mengingat kulit anak-anak masih lemah dan rentan untuk rusak. Meski sebagian besar penyakit kulit pada anak termasuk golongan ringan, terdapat penyakit kulit yang termasuk masalah serius jika dibiarkan karena dapat menyebabkan luka sakit dan meninggalkan bekas. 

Dilansir Ayocirebon.com, Berikut adalah 3 penyakit kulit pada anak yang sering menyerang anda dan perlu diwaspadai oleh orang tua. Untuk mencegah hilangnya rasa nyaman saat membaca, Ayopurwakarta.com tidak melampirkan gambar/foto penyakit kulit terkait.

1. Penyakit Kulit Cacar air
Penyakit kulit yang berbahaya bagi anak yang sering menyerang adalah cacar air. Penyakit yang sangat umum menyerang anak-anak ini disebabkan oleh infeksi virus bernama varicella zoster. Pada anak yang terkena cacar, maka akan muncul ruam-ruam merah di kulit seperti melepuh. Ruam tersebut juga disertai dengan gatal yang hebat dan berpotensi untuk menimbulkan luka karena garukan.selain dengan melakukan kontak langsung, penyakit cacar air juga dapat dengan mudah menyebar melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin.

2. Penyakit Kulit Eksim

Eksim adalah penyakit kulit berbahaya yang sering menyerang anak. Penyakit dengan nama medis dermatitis atopic ini ditandai dengan munculnya ruam-ruam merah pada kulit anak dan terasa gatal. Eksim tergolong kepada penyakit kronis karena dapat dialami untuk waktu yang lama dan bisa kambuh secara tiba-tiba. Pada beberapa kasus, eksim juga dibarengi dengan munculnya penyakit asma.

Belum ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit kulit eksim ini. Obat-obatan yang ada sejauh ini digunakan untuk meringankan gejala yang muncul. Untuk itu, perlu dilakukan pencegahan dari orang tua agar anak-anaknya dapat terhindar dari penyakit kulit ini. Orang tua harus memastikan kebersihan tubuh anak-anak. Hindari menggunakan sabun yang tidak cocok karena dapat menyebabkan iritasi. Jika sudah terkena eksim, maka anak harus dilarang untuk menggaruk kulit karena dapat menyebabkan luka.

3. Campak
Penyakit kulit yang rawan menyerang anak adalah campak. Campak telah terkenal di kalangan masyarakat karena sangat berbahaya bagi anak. Penyakit ini disebarkan oleh virus bernama  paramyxovirus yang menyebar melalui udara yang dikeluarkan oleh penderita, misalkan ketika bersin ataupun batuk. Gejala anak yang mengalami campak adalah munculnya ruam-ruam kemerahan pada kulit wajah. Anak juga akan terkena demam yang disertai dengan batuk dan pilek. Gejala ini tidak muncul secara langsung, tapi akan mulai terlihat mulai dari 10-14 hari. Pada banyak kasus, campak juga dapat menyebabkan penyakit serius lain yang menyerang pernapasan seperti pneumonia (radang paru-paru).

Di era sekarang, orang tua dapat merasa lebih lega karena vaksin untuk mencegah penyakit campak telah berhasil ditemukan. Setelah terkenal penyakit campak, kekebalan anak terhadap virus akan terbentuk sehingga tidak akan terkena lagi. Penanganan yang bisa dilakukan agar anak segera pulih diantara adalah banyak beristirahat dan meminum obat-obatan untuk menurunkan demam. Anak juga harus banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin a untuk mengurangi dampak dari campak.

Itulah 3 penyakit kulit yang sering kali menyerang anak-anak. Guna menangkal anak anda terserang dari penyakit ini, biasakan selalu membersihkan diri dan perabotan rumah. Jaga anak anda agar terhindar dari hal yang berbahaya dan selalu mencuci tangan ketika selesai beraktifitas. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar